Nabi Yakub.(Youtube Islamic Series Indonesian)
KOTA Haran menjadi saksi bisu suatu peristiwa besar nan mengubah kepercayaan penduduknya. Setelah 11 tahun menanti dalam kesabaran di tengah hinaan masyarakat nan menyebutnya mandul, Rahel, istri Nabi Yakub AS, akhirnya melahirkan seorang putra nan kelak menjadi nabi besar, Yusuf AS.
Berikut sinopsis serial TV berjudul Nabi Yusuf bagian 2. Selamat menyimak.
Ujian Kesabaran Rahel dan Doa Nabi Yakub
Selama lebih dari satu dekade, Rahel kudu menanggung beban sosial nan berat. Perempuan-perempuan di Haran kerap menghinanya lantaran belum mempunyai keturunan. Di sisi lain, para pemimpin kuil penyembah berhala Istar merencanakan kejahatan untuk memusnahkan family Yakub, berambisi kematian Rahel dan bayinya bakal menghentikan dakwah monoteisme di tanah tersebut.
Dalam suasana mencekam, Nabi Yakub memanjatkan angan nan tulus kepada Allah SWT. Beliau memohon keselamatan bagi istri dan anaknya, bukan sekadar demi keluarga, melainkan sebagai pencerahan bagi bangsa Haran agar terhindar dari kemusyrikan.
Mukjizat Kelahiran Yusuf: Hujan dan Runtuhnya Berhala
Malam kelahiran Yusuf ditandai dengan kejadian alam nan luar biasa. Di tengah ancaman sihir dari Ester, penyihir kuil Istar, langit nan mendung justru menurunkan hujan berkah. Kelahiran Yusuf secara instan mengakhiri masa kelaparan panjang nan mencekik Haran.
Bersamaan dengan itu, satu peristiwa mengguncang kota: Kuil Istar terbakar hebat. Anehnya, air hujan nan deras tidak bisa memadamkan api nan melahap simbol kemusyrikan tersebut. Ester, sang penyihir nan sebelumnya mengutuk family Yakub, tewas dalam kebakaran itu. Peristiwa ini menjadi bukti nyata kelemahan dewa-dewa buatan manusia di hadapan kekuatan Allah nan tidak terbatas.
Poin Penting: Kelahiran Nabi Yusuf tidak hanya menjadi kebahagiaan bagi family Yakub, tetapi juga menjadi titik kembali bagi masyarakat Haran untuk meninggalkan penyembahan berhala dan memeluk kepercayaan tauhid.
Pertobatan Penduduk Haran
Melihat mukjizat nan nyata--hujan nan menghentikan kelaparan dan hancurnya kuil berhala--penduduk Haran mulai menyadari kebenaran aliran Yakub. Banyak dari mereka, termasuk tokoh-tokoh penting, memutuskan untuk menjadi pengikut Allah SWT.
"Malam ini semua melihat kekuatan Tuhanmu nan tidak terbatas dan kelemahan tuhan mereka," ujar salah satu masyarakat nan kemudian bersaksi atas keesaan Allah di hadapan Nabi Yakub.
Kehidupan setelah Lima Tahun
Lima tahun berlalu sejak runtuhnya Zigurat Istar, Haran beralih bentuk menjadi kota nan penuh berkah. Pintu-pintu rezeki terbuka bagi penduduknya.
Perjalanan panjang Nabi Yakub AS di tanah Haran akhirnya mencapai titik kembali nan emosional. Setelah bertahun-tahun berceramah dan membangun family di bawah bayang-bayang kekuasaan Laban, satu berita duka dari tanah Kanaan mengubah segalanya. Utusan dari Kanaan membawa buletin bahwa ayah beliau, Nabi Ishak AS, telah wafat.
Kepulangan ke Kanaan dan Perpisahan dengan Haran
Berita wafatnya Nabi Ishak AS menjadi duka mendalam bagi Nabi Yakub. Sebagai penerus risalah kenabian di bangsa Kanaan, Nabi Yakub memutuskan untuk segera kembali ke tanah kelahirannya. Keputusan ini disambut berat oleh masyarakat Haran nan telah merasakan sinar ketaatan melalui dakwah beliau.
Meskipun masyarakat Haran memohon agar beliau menetap, Nabi Yakub menegaskan bahwa kepulangannya adalah perintah Ilahi. Sebelum berangkat, Laban memberikan separuh dari hewan ternaknya sebagai bekal bagi Yakub dan putri-putrinya, sebagai corak penghargaan atas kerja keras Yakub selama puluhan tahun menjadi penggembala tanpa meminta gaji.
Pesan Terakhir di Haran: Nabi Yakub mengingatkan masyarakat Haran untuk tetap teguh pada ketaatan kepada Tuhan nan Maha Esa dan tidak kembali menyembah berhala, meskipun beliau tidak lagi berada di tengah-tengah mereka.
Dinamika Keluarga dan Kecemburuan di Perjalanan
Dalam perjalanan menuju Kanaan, dinamika internal family Nabi Yakub mulai terlihat. Yusuf, putra mini beliau, mulai mempertanyakan ketegangan antara ibunya, Rahel, dengan istri-istri Yakub lain, ialah Bilha dan Zilpa. Terungkap bahwa kecemburuan muncul lantaran perhatian besar Nabi Yakub kepada Rahel, terutama setelah kelahiran Yusuf.
Lea, kakak Rahel, nan juga menjadi istri Nabi Yakub, mencoba menengahi situasi tersebut dengan menegaskan bahwa dia tidak perlu iri pada adiknya sendiri. Namun, ketegangan antara para istri Yakub tetap menjadi ujian tersendiri dalam kafilah besar tersebut.
Tragedi di Perbatasan Kanaan: Wafatnya Rahel
Sekitar 14 kilometer sebelum mencapai Kanaan, rombongan terpaksa berhenti. Rahel, nan tengah mengandung tua, mengalami kontraksi dahsyat dan tidak bisa melanjutkan perjalanan. Nabi Yakub segera memerintahkan pendirian tenda dan mengirim utusan ke Kanaan untuk menjemput bidan.
Suasana menjadi sangat kritis. Rahel mengalami kesulitan luar biasa dalam persalinannya, serupa dengan kondisi saat melahirkan Yusuf bertahun-tahun sebelumnya. Di tengah rasa sakitnya, Rahel sempat menitipkan pesan terakhir kepada Nabi Yakub agar menjaga anak-anak mereka dengan baik.
Tragedi pun terjadi. Sesaat setelah melahirkan putra keduanya (Benyamin), Rahel mengembuskan napas terakhirnya. Kepergian Rahel meninggalkan duka nan sangat mendalam bagi Nabi Yakub, Yusuf, dan seluruh family di periode pintu masuk tanah Kanaan.
Kisah ini menutup babak kehidupan Nabi Yakub di Haran dan membuka lembaran baru di Kanaan, nan nanti menjadi latar belakang sejarah besar bagi keturunan Bani Israil. (I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·