Tangguh Yudha
, Jurnalis-Jum'at, 14 Agustus 2026 |15:57 WIB

Singgung Rating S&P dan China Lianhe, Prabowo: Ekonomi Indonesia Solid Tahan Guncangan (Foto: Okezone)
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memamerkan penilaian dua lembaga pemeringkat, Standard & Poor's (S&P) dan China Lianhe Rating, terhadap perekonomian Indonesia. Menurutnya, kedua lembaga tersebut memberikan penilaian positif nan menunjukkan esensial ekonomi Indonesia tetap kokoh.
Prabowo mengatakan S&P pada 13 Juli 2026 mempertahankan ranking angsuran Indonesia di level BBB dengan outlook stabil. Menurutnya, ranking tersebut menunjukkan Indonesia tetap berada dalam kategori investment grade.
"Ini pengakuan bumi terhadap kokohnya perekonomian Indonesia, dan Indonesia tetap berada pada kategori investment grade," katanya dalam Rapat Paripurna DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Dia menyebut S&P menilai Indonesia mempunyai prospek pertumbuhan ekonomi nan kokoh. Selain itu, kebijakan makroekonomi Indonesia dinilai secara umum berhati-hati, sementara beban utang relatif prudent dan sustainable dibandingkan negara-negara setara.
"S&P apalagi menilai Indonesia mempunyai prospek pertumbuhan ekonomi nan kokoh, kebijakan makroekonomi nan secara umum berhati-hati, serta beban utang nan relatif prudent dan sustainable dibandingkan negara-negara setara. Ini bukan kata pemerintah, ini bukan kata saya, ini penilaian mereka terhadap kita," lanjutnya.
Prabowo juga menyinggung penilaian S&P terhadap upaya pemerintah memusatkan pengelolaan sumber daya alam dan menutup kebocoran di sektor sumber daya dan mineral.
Menurut Prabowo, langkah tersebut dinilai berpotensi meningkatkan penerimaan negara sekaligus devisa ekspor. Dia juga menyebut S&P memberikan penilaian positif terhadap peran Danantara dan potensi PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) dalam memberantas praktik under-invoicing dan transfer pricing.
"Mereka secara unik menilai positif peran Danantara dan potensi PT Danantara Sumber Daya Indonesia dalam memberantas praktik-praktik under-invoicing dan transfer pricing nan sesungguhnya adalah praktik penipuan," kata Prabowo.
44 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·