Simak! Ini Sederet Aksi Badak LNG dalam Menjaga Lingkungan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Badak NGL alias Badak LNG terus berupaya mengedepankan pengelolaan lingkungan dalam menjalankan operasionalnya. Hal ini sejalan langkah pemerintah nan mendorong seluruh korporasi dengan mengedepankan praktik Environmental, Social, and Governance (ESG).

Manager CSR and Relations Badak LNG, Putra Peni Luhur Wibowo menjelaskan, pihaknya telah menciptakan penemuan sosial nan bisa memberikan akibat bagi lingkungan sekitar, baik dari sisi sosial hingga ekonomi.

Contohnya adalah mengurangi akibat lingkungan dari aktivitas operasional perusahaan dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional, sehingga tercipta ekosistem pendukung nan stabil bagi keberlangsungan upaya perusahaan.

Meski demikian, lanjut dia, perusahaan juga tetap mempertimbangkan mitigasi akibat dan lisensi sosial (Social License to Operate). Pasalnya, sebagai perusahaan nan mengelola sumber daya strategis, support dari masyarakat lokal sangat krusial.

"Program penemuan sosial nan menjawab masalah nyata (seperti pengelolaan sampah alias kemandirian pangan) memperkuat hubungan selaras antara perusahaan dan warga, sehingga meminimalisir akibat bentrok sosial," ujar dia saat dihubungi CNBC Indonesia, Rabu (22/4/2026).

Di samping itu, Putra menjelaskan, Badak LNG juga mempunyai sumber daya teknis dan tenaga mahir nan mumpuni. Faktor pendorong lainnya adalah kemauan untuk mereplikasi alias mentransfer teknologi industri ke dalam skala komunitas.

Lantas, penerapan penemuan sosial merupakan corak nyata kontribusi Badak LNG terhadap pencapaian sasaran SDGs global. Inovasi sosial seringkali lahir dari upaya perusahaan untuk mengelola aspek lingkungan dengan langkah nan lebih efisien.

Dengan melibatkan masyarakat dalam mata rantai ekonomi sirkular (misalnya pengolahan limbah menjadi produk berbobot guna), Badak LNG dapat menyelesaikan masalah lingkungan internal sekaligus memberdayakan warga.

Masih mengenai sektor sosial dan lingkungan, Badak LNG juga mempunyai program pemberdayaan masyarakat, ialah Lestari Bahari (Lumbung Ekonomi Sukses Terpadu & Mandiri Berbasis Hasil Maritim). Program ini berkedudukan sebagai sarana untuk mengolah ikan mini seperti teri menjadi produk berbobot ekonomi.

Dalam praktiknya, program ini memanfaatkan teknologi pengeringan nan dapat beraksi dalam beragam kondisi cuaca untuk memperpanjang umur simpan ikan. Di samping itu, limbah ikan diolah menjadi pakan ternak, sehingga memberikan nilai tambah sekaligus mengurangi akibat lingkungan di area pesisir.

Program Lestari Bahari turut menghadirkan penemuan SOPAN TERI (Sistem Optimalisasi Pengeringan dan Penyimpanan Terintegrasi), sebuah tungku perebusan dan kontainer pengering nan langkah kerjanya mengangkat prinsip dari salah satu proses di unit produksi LNG ialah prinsip Economizer (pemanfaatan panas gas buang) pada unit penyediaan steam (boiler) di Kilang Badak LNG.

"Konsep pemanfaatan panas gas buang tersebut diterapkan pada Alat Pengering Ikan SOPAN TERI, di mana, panas sisa pembakaran tungku perebusan dialirkan ke dalam kontainer pengering untuk mengeringkan ikan. Inovasi ini menerapkan teknologi nan sederhana dan materialnya mudah diperoleh," terang Putra.

Penerapan teknologi melalui Inovasi SOPAN TERI pun mudah dilakukan oleh masyarakat. Inovasi ini juga telah mendapatkan paten dari Kementerian Hukum Republik Indonesia dengan titel "Alat Pengering Ikan Memanfaatkan Udara Panas dari Tungku Perebusan"dengan nomor IDS000011421, serta menjadi bagian dari beragam capaian paten lainnya di bagian penemuan CSR.

Lebih lanjut, Badak LNG secara konsisten menggencarkan efisiensi energi. Salah satunya diwujudkan melalui Program Boiler Steam Load Optimization Berbasis Inovasi Digital untuk efisiensi daya di Badak LNG dapat mengefisiensi daya sebesar 59.595 gigajoule (GJ).

Dari sisi efisiensi air, Badak LNG mempunyai Program Metode CLAS (Closed Loop Amine Sump) Pada Purification Unit Train H dapat menurunkan penggunaan air sebesar 180 m3. Berikutnya, perusahaan juga mempunyai Program Pengurangan Emisi Gas Suar Bakar Melalui Low Emission Operational Strategy Saat Pemuatan LNG di Loading Dock Badak LNG dapat menurunkan emisi sebesar 49.634 Ton ekuivalen karbon dioksida (CO2eq).

Berkat program-program itulah, Badak LNG meraih PROPER Emas tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup atas dedikasi dan komitmennya dalam tata kelola lingkungan nan berkelanjutan. Prestasi ini tak lepas dari upaya pengelolaan lingkungan hidup dalam aspek operasional maupun bagi lingkungan masyarakat sekitar.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup (BPLH)/Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq kepada perwakilan Badak LNG dalam agenda Anugerah Lingkungan PROPER di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada 7 April 2026. Anugerah Lingkungan PROPER merupakan agenda tahunan nan telah berjalan selama tiga dasawarsa dengan tujuan meningkatkan ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup.

Terkait perihal itu, Putra menyatakan, untuk mencapai ranking Emas, Badak LNG tidak cukup hanya melakukan compliance (ketaatan) alias CSR nan berkarakter karitatif. Inovasi sosial menjadi syarat absolut nan menunjukkan bahwa perusahaan bisa menciptakan solusi unik atas persoalan lingkungan dan sosial secara berkelanjutan.

"Komitmen manajemen untuk pengelolaan lingkungan hidup dan pemberdayaan Masyarakat melampaui ketaatan nan dipersyaratkan (Leadership dan peran top manajemen dalam membangun komitmen untuk memprioritaskan PROPER). Penghargaan Proper dimasukan dalam KPI perusahaan," terang dia.

Dari situ, Badak LNG konsisten melakukan pemetaan sosial dan melahirkan program sesuai kebutuhan masyarakat serta pendampingan sehingga program tepat sasaran. Selain itu, terdapat budaya Inovasi di seluruh unit kerja, pelibatan seluruh unit kerja, masyarakat, stakeholder lainnya dalam penerapan program unggulan.

Tak ketinggalan, Badak LNG juga senantiasa melakukan perencanaan, implementasi, pemantauan, dan pertimbangan terhadap program kerja nan efektif. Hal ini termasuk menjalin kerjasama multistakeholder (Pentahelix) ialah perusahaan, pemerintah, akademisi, masyarakat, dan media.

Setelah meraih PROPER Emas, Badak LNG diharapkan bisa menyelaraskan kesuksesan upaya dengan pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Keberhasilan ini diharapkan menjadi katalisator bagi terciptanya kemandirian masyarakat mitra bimbingan sehingga program penemuan sosial nan telah dibangun dapat terus berkembang tanpa ketergantungan penuh pada perusahaan.

"Selain itu, predikat ini bermaksud untuk mempererat pengharmonisan sosial dan kepercayaan pemangku kepentingan, nan pada akhirnya menjamin kelancaran operasional jangka panjang melalui budaya penemuan nan efisien, transparan, dan bertanggung jawab," tandasnya.

(rah/rah)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News