Jakarta -
Sidang lanjutan kasus kekerasan Daycare Little Aresha kembali digelar dengan agenda pemeriksaan saksi dari jaksa penuntut umum (JPU). Sembilan saksi nan merupakan orang tua korban dihadirkan dalam sidang kali ini. Mereka mengungkapkan trauma nan dialami korban.
Dilansir detikJogja, Senin (31/8/2026), dalam persidangan, jaksa bertanya mengenai perilaku anak setelah dititipkan di Daycare Little Aresha. Salah satu saksi berinisial WM menceritakan anaknya setelah dititipkan di Little Aresha mengalami trauma dengan air hingga saat ini.
"Ketika mau keramas itu dia nggak mau, jadi hal-hal nan berkait dengan air, mandi, itu rewel dibandingkan sebelum (dititipkan) di Little Aresha," terang saksi WM dalam persidangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terbukti di tempat baru (daycare baru), anak lain seusianya ananda itu main air sangat senang, tapi ananda sangat takut, sampai mundur-mundur," sambungnya.
Selain trauma, para orang tua mengungkapkan adanya luka bentuk nan dialami korban saat tetap dititipkan di Little Aresha.
Seperti anak dari saksi berinisial HK, dia menceritakan pernah suatu ketika menjemput anaknya dari daycare. Sesampainya di rumah, dari telinga anaknya keluar darah. HK pun sontak menanyakan perihal itu ke daycare.
"Padahal tidak ada jejak garukan di situ, jadi ada darah nan lumayan cukup banyak pada waktu itu, tapi tidak deras," ujar saksi HK.
Baca selengkapnya di sini.
(rfs/zap)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·