Sibuknya Check Point Imigrasi di Dumai, Layani Warga Bepergian Via Pelabuhan

Sedang Trending 52 menit yang lalu
Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Dumai, Riau, Rabu (16/9/2026). Foto: Dok. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan

Aktivitas perjalanan internasional melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Dumai, Riau, cukup tinggi sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Tercatat 108.328 orang melakukan keberangkatan melalui pelabuhan tersebut.

Sementara itu, jumlah kehadiran tercatat sebanyak 85.587 orang pada periode nan sama.

Tingginya nomor keberangkatan salah satunya dipengaruhi mobilitas masyarakat Indonesia nan berjalan ke Malaysia. Sebagian penduduk memilih jalur laut dari Dumai untuk mendapatkan jasa kesehatan di Kota Melaka.

Petugas Pemeriksa Keimigrasian Kantor Imigrasi Dumai, Saputra Azhar, mengatakan periode dengan aktivitas perlintasan tertinggi terjadi pada Juni 2026.

“Peak season-nya terjadi di bulan Juni. Itu bertepatan dengan hari libur sekolah di Indonesia maupun di Malaysia,” kata Azhar saat ditemui di Pelabuhan Dumai, Riau, Rabu (16/9).

Antrean penumpang di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Dumai, Riau, Rabu (16/9/2026). Foto: Dok. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan

Menurut Azhar, jumlah perlintasan pada Juni mencapai sekitar 23.500 orang. Selain Juni, aktivitas perlintasan juga meningkat pada April nan bertepatan dengan Hari Raya Idulfitri, ialah lebih dari 16.000 perlintasan.

"Jadi memang peak season nan terjadi di Pelabuhan Dumai ini, ialah terjadi di hari-hari besar seperti hari-hari libur, hari raya, dan juga hari Tahun Baru dan Natal ya," ujarnya.

Pelabuhan Internasional Dumai melayani perjalanan dari Indonesia menuju Malaysia maupun sebaliknya. Penumpang dapat menggunakan kapal feri sigap dari Dumai menuju Melaka dengan waktu perjalanan sekitar 2 jam 30 menit.

Selain untuk berobat, penduduk Indonesia juga melakukan perjalanan ke Malaysia untuk wisata maupun mengunjungi keluarga.

Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Dumai, Riau, Rabu (16/9/2026). Foto: Dok. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan

Azhar mengatakan penduduk negara asing nan masuk ke Indonesia melalui pelabuhan tersebut kebanyakan berasal dari Malaysia. Mereka umumnya datang untuk tujuan wisata dan kunjungan keluarga.

"Warga negara asing nan masuk itu mayoritasnya Malaysia. Nah, dan memang mereka datang untuk bermaksud wisata dan tujuan kunjungan keluarga. Karena tetap banyak orang-orang Indonesia nan di wilayah sekitaran Sumatera ini tetap berkerabat dengan di Malaysia, begitu juga orang-orang Malaysia nan di sana juga berkerabat dengan kita di sini," jelas Azhar.

Selain Malaysia, penduduk negara asing nan banyak melintas antara lain berasal dari Filipina, Myanmar, China, dan India. Azhar menyebut pelintas dari sejumlah negara tersebut lebih banyak datang untuk kepentingan pekerjaan.

"Karena memang kita tahu di Dumai ini kan wilayah industri dan Selat Malaka itu termasuk selat nan tersibuk juga ya untuk industri," ujar dia.

Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Dumai, Riau, Rabu (16/9/2026). Foto: Dok. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan

Azhar menjelaskan, pelintas asal Filipina dan Myanmar di antaranya merupakan kru kapal nan datang melalui Pelabuhan Dumai untuk aktivitas bongkar muat di area industri.

Tingginya volume penumpang membikin petugas kudu menjaga keseimbangan antara kecepatan dan ketelitian saat melakukan pemeriksaan.

Satu kapal dapat membawa sekitar 150 hingga 300 penumpang. Dalam sehari, terdapat sekitar tiga kapal untuk keberangkatan dan jumlah nan serupa untuk kedatangan.

Dengan dugaan rata-rata 200 penumpang per kapal, petugas dapat melayani sekitar 1.200 perlintasan untuk arus kehadiran dan keberangkatan dalam sehari.

"Dengan banyaknya volume ini, saya pikir tantangannya di Pelabuhan Dumai itu kita kudu menyeimbangkan antara sigap dan teliti kali ya. Karena jika kita berlama-lama untuk memeriksa orang di konter, itu bakal terjadi penumpukan penumpang kan," tegas Azhar.

Antrean penumpang di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Dumai, Riau, Rabu (16/9/2026). Foto: Dok. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan

Berdasarkan pantauan kumparan di pelabuhan pada Rabu (16/9) pagi, penumpang nan hendak menyeberang dari Dumai menuju Melaka mulai berdatangan sekitar pukul 06.30 WIB.

Petugas terlihat membantu penumpang di sejumlah titik pelabuhan, termasuk mereka nan memerlukan info mengenai proses perjalanan internasional. Antrean penumpang diarahkan oleh petugas sebelum memasuki tahapan pemeriksaan dokumen.

Pemeriksaan mulai dilakukan sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah arsip dinyatakan memenuhi ketentuan, penumpang dapat melanjutkan proses keberangkatan menuju Malaysia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan