Siap-Siap! Menaker Mau Luncurkan Program Pelatihan Kerja Difabel

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan komitmennya untuk memperluas akses training kerja bagi penyandang disabilitas. Program training difabel ini menjadi salah satu prioritas strategis pemerintah dalam mendorong inklusivitas tenaga kerja sekaligus meningkatkan kompetensi golongan rentan di pasar kerja.

Dalam rapat kerja berbareng Komisi IX DPR RI, Yassierli menegaskan, training bagi tenaga kerja difabel terus diperluas, seiring tingginya kebutuhan peningkatan keterampilan.

"Kami mau sampaikan, fasilitasi pembinaan tenaga kerja penyandang disabilitas juga menjadi program strategis kami, tahun lampau kami sudah melatih sekitar nyaris 300 orang, dan tahun ini 2 bulan pertama sudah nyaris 100 orang, dan kita berambisi ini kelak nomor 1.100 dalam 1 tahun itu kita bisa penuhi," kata Yassierli dalam Raker di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Ia mengatakan, program ini merupakan bagian dari agenda besar Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dalam memperkuat training vokasi sebagai inti peningkatan kualitas tenaga kerja nasional.

"Kami mau laporkan, kita sudah launching program training vokasi nasional, jadi ketika kita sudah mempunyai magang 100 ribu orang tahun lalu, kami memandang training vokasi kami juga mau fokuskan terlebih dulu di awal-awal tahun ini untuk segmen lulusan SMA dan SMK," ujarnya.

Selain training vokasi, pemerintah juga menjalankan beragam program lain seperti sertifikasi kompetensi kerja, pembangunan balai latihan kerja komunitas, hingga program pemagangan di dalam dan luar negeri.

Di sisi lain, Yassierli juga menyoroti penguatan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), terutama dalam mendukung pekerja terdampak PHK agar bisa kembali bekerja melalui peningkatan keterampilan.

"Nah ini kita bakal semakin perbaiki, dan kita berambisi ini memang menjadi salah satu solusi bagi teman-teman kita nan terkena PHK, sehingga mereka mendapatkan upskilling dan reskilling sebelum mereka kemudian bekerja di tempat kerja nan baru," ucap dia.

Secara keseluruhan, Kemnaker telah menyiapkan 23 program strategis nan mencakup beragam aspek, mulai dari training kerja, hubungan industrial, hingga jasa pasar kerja.

Melalui program-program tersebut, pemerintah berambisi inklusivitas tenaga kerja, termasuk bagi penyandang disabilitas, dapat terus meningkat, seiring dengan upaya memperkuat daya saing sumber daya manusia di Indonesia.

(wur) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News