Siaga Perang Nyebar ke Mana-Mana: AS-Iran, Saudi-Houthi, Pakistan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Konflik Timur Tengah kian melebar setelah Pakistan memperingatkan Iran agar menggunakan pengaruhnya untuk menghentikan serangan golongan Houthi ke Arab Saudi. Langkah ini muncul saat Riyadh melancarkan serangan jawaban dan perang AS-Iran memasuki fase nan semakin berisiko menyeret negara lain.

Mengutip Reuters, Kamis (10/9/2026), Pakistan menyampaikan pesan tersebut setelah Houthi menyerang pangkalan udara di Khamis Mushait serta sejumlah prasarana minyak di sekitarnya pada Selasa, nan menyebabkan 73 orang terluka. Serangan itu menjadi salah satu nan terbesar terhadap Arab Saudi sejak perang AS-Israel melawan Iran dimulai pada Februari.

Juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengatakan pesawat tempur Arab Saudi telah melancarkan 54 serangan udara di beragam wilayah Yaman dalam 12 jam terakhir. Ia menegaskan tindakan tersebut "tidak bakal dibiarkan tanpa jawaban maupun hukuman".

Kondisi ini menambah titik panas baru di area nan sebelumnya sudah diwarnai tindakan saling serang antara Iran dan Amerika Serikat terhadap kapal-kapal di Teluk. Konflik Houthi-Saudi juga dikhawatirkan mengganggu pasokan daya dunia lantaran Teluk merupakan jalur strategis perdagangan minyak.

Peringatan Pakistan mempunyai berat krusial lantaran Islamabad mempunyai pakta pertahanan dengan Arab Saudi dan Turki. Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif mengatakan agresi nan merembet ke wilayah Saudi dapat memicu kesepakatan keamanan berbareng ketiga negara.

"Agresi terhadap satu negara bakal dianggap sebagai agresi terhadap ketiga negara tersebut," ujarnya dalam siaran televisi Pakistan.

Seorang pejabat senior Iran mengonfirmasi bahwa Pakistan telah menyampaikan pesan tersebut kepada Teheran pada Selasa. Namun, Iran disebut menjawab bahwa "Iran tidak mengendalikan golongan Houthi", meski dua sumber Iran menyatakan Teheran pada pekan sebelumnya meminta Houthi menyerang Arab Saudi dan menjanjikan tambahan biaya serta persenjataan.

Sumber Pakistan mengatakan pejabat Saudi telah berjumpa dengan perwakilan militer senior Pakistan dan Turki di Riyadh untuk mengoordinasikan respons. Ketiganya disebut sepakat tidak mengirim pasukan ke Yaman, sementara setiap tindakan jawaban bakal dilancarkan dari wilayah Arab Saudi; Pakistan juga menegaskan support militernya berkarakter melindungi untuk melindungi wilayah kerajaan.

Di tengah situasi tersebut, diplomat area menilai Pakistan tetap berupaya mencegah bentrok proksi berubah menjadi perang regional terbuka.

"Pakistan mempunyai perjanjian dengan Arab Saudi, namun saya berambisi situasi tidak bakal mencapai titik di mana Pakistan kudu betul-betul turun tangan," ujar diplomat itu.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump diperkirakan tetap mempertahankan blokade terhadap Iran hingga ada kesepakatan dengan Washington, meski Qatar disebut tengah menjajaki jalan baru untuk membawa kedua pihak kembali ke meja perundingan.

(tfa/tfa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News