Jakarta, CNBC Indonesia - Bank sentral Belanda, De Nederlandsche Bank (DNB), dikabarkan memindahkan persediaan emas seberat 86 metrik ton alias sekitar 94,8 ton dari Amerika Utara ke Inggris.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi krisis, di tengah meningkatnya gejolak politik global.
Secara keseluruhan, DNB tercatat mempunyai 612,4 metrik ton alias sekitar 675 ton emas, nan berbobot 72,2 miliar euro alias setara sekitar Rp1.473,4 triliun (asumsi kurs Rp20.410 per euro) pada akhir tahun 2025.
Sebelum pemindahan tersebut, sebagian besar persediaan emas Belanda disimpan di New York dan Ottawa, Kanada.
Melalui penataan ulang ini, sebanyak 27 metrik ton alias sekitar 30 ton emas ditarik secara bentuk ke brankas di pangkalan militer dekat Zeist, Belanda. Sedangkan sisanya, dialihkan pengelolaannya melalui transaksi di London.
Gubernur DNB, Olaf Sleijpen, menegaskan langkah ini diambil untuk mengoptimalkan elastisitas aset negara di tengah situasi darurat.
"Dengan relokasi ini, kami telah meningkatkan likuiditas persediaan emas kami," ujar Sleijpen dalam pernyataan tertulis, dikutip CNNIndonesia, Sabtu (12/9/2026).
"Kami berambisi tidak bakal pernah perlu menggunakannya, tetapi kami memang perlu memperkuat ketahanan dan kesiapan kami," imbuhnya.
Pihak bank sentral menjelaskan bahwa emas nan sekarang disimpan di Bank of England telah memenuhi standar perdagangan internasional modern dan dinilai sebagai salah satu nan paling mudah diperdagangkan di dunia. Dengan demikian, aset tersebut dapat diakses dengan jauh lebih sigap oleh DNB andaikan sewaktu-waktu terjadi situasi krisis, dibandingkan persediaan nan sebelumnya tersimpan di Amerika Utara.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·