Sherly Tjoanda: Asap Karhutla Kiriman dari Papua Perburuk Udara Malut

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menyatakan kabut asap karhutla kiriman dari Papua turut memperburuk kondisi udara di wilayahnya.

Hal itu disampaikan Sherly setelah dirinya mendatangi instansi BMKG dan berbincang dengan Kepala BMKG Maluku Utara, Desindra Deddy Kurniawan, Kamis (14/10).

"Menurut penjelasan BMKG, selain kebakaran di Maluku Utara, asap kiriman dari Papua turut memperburuk kondisi. Jarak pandang turun di bawah 2.000 meter, sementara untuk normalisasi penerbangan dibutuhkan sekitar 3.800 meter," kata Sherly seperti dikutip dari unggahan di akun Instagramnya, Kamis (15/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sherly mengatakan pada 12-13 Oktober hujan sudah mulai turun di enam kabupaten/kota di Maluku Utara. Sehingga, titik panas alias hotspot karhutla di wilayahnya pun mulai berkurang.

"Tersisa 2 kategori merah, 63 kuning, dan 4 hijau. Namun, beberapa letak kebakaran tetap susah dijangkau dan belum diguyur hujan," ujarnya.

Kata dia, sejak 9 September, pihaknya telah mengusulkan support water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kepada BNPB. Dukungan telah disetujui, apalagi helikopter sudah tiba di Ternate pada 14 Oktober.

"Kendalanya, kru water bombing dan pesawat OMC belum dapat mendarat akibat kabut asap. Sementara itu, asap dari luar wilayah juga memengaruhi kondisi udara kita. Kami terus mengupayakan percepatan kehadiran tim agar pemadaman dari udara dan intervensi cuaca dapat segera dilakukan," tutur Sherly.

Dalam kesempatan itu, Sherly turut mengapresiasi jejeran TNI, Polri, Kementerian PU, BNPB, BMKG, pemerintah kabupaten/kota, BPBD Provinsi dan seluruh petugas di lapangan.

"Saya memahami beratnya kondisi ini. Ada family nan menunggu, perjalanan tertunda, aktivitas ekonomi terganggu, apalagi lahan sumber penghasilan masyarakat nan terbakar. Saat hujan mulai turun dan support sudah tersedia, kita tetap memerlukan satu perihal nan tidak sepenuhnya bisa kita kendalikan kondisi langit nan memungkinkan support itu bekerja," ucap dia.

"Kita terus berikhtiar, dan saya sungguh bermohon semoga Allah memberi pertolongan-Nya. Hujan turun di wilayah kebakaran Maluku Utara dan Papua, jarak pandang membaik, dan tim segera bisa mendarat. Semoga segera ada jalan keluar. Api padam, asap hilang, langit kembali bersih, dan kehidupan masyarakat kembali normal," sambungnya.

(dis/gil)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional
↑