Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan isi pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Teddy menyampaikan, Prabowo menerima laporan mengenai kondisi terkini di bagian pertahanan dan keamanan. Termasuk, dinamika geopolitik nan terus berkembang.
"Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menerima laporan mengenai dinamika geopolitik serta perkembangan di bagian pertahanan dan keamanan," kata Teddy dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Selasa (21/4/2026).
Selain itu, kata dia, Prabowo juga memberikan pengarahan strategis mengenai sejumlah langkah ke depan dalam menjaga, memperkuat, dan meningkatkan sistem pertahanan nasional guna keamanan bangsa.
"Sekaligus memberikan pengarahan strategis untuk langkah geostrategi ke depan," tutur Teddy.
Prabowo Panggil Dudung Abdurrachman
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memanggil Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Dudung Abdurrachman ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (21/4/2026). Dudung mengaku diminta untuk menghadap Prabowo pada Selasa sore ini.
"Semalam ditelepon oleh ajudan bahwa Bapak menghadap Bapak Presiden jam 3 sore ini," kata Dudung kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Dia belum mengetahui apa nan bakal dibahas dengan Prabowo. Namun, kata Dudung, biasanya Presiden Prabowo kerap meminta saran dan masukan kepadanya mengenai bagian pertahanan.
"Saya belum tahu tadi kan saya kan Penasihat Presiden tentunya mungkin ada hal-hal nan beliau minta saran masukan. Biasanya beliau kan suka minta saran masukan dari kita sebagai penasihat," ucap Dudung.
Siapkan Sejumlah Hal untuk Dilaporkan
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu telah menyiapkan sejumlah perihal untuk dilaporkan kepada Prabowo mengenai pertahanan nasional serta rumor internasional lainnya. Termasuk, soal kondisi geopolitik di Timur Tengah.
"Ya itu kelak saya sampaikan ke beliau. Nanti setelah kembali kelak baru saya sampaikan. Ya ya ya kira-kira itulah (soal geopolitik)," tutur Dudung.
Dudung menuturkan dirinya juga bakal membahas soal perjanjian Major Defence Cooperation Partnership antara Indonesia-Amerika Serikat (AS). Namun, dia meyakini Prabowo memahami soal perjanjian tersebut.
"Ya beliau (Prabowo) saya rasa lebih mengerti tentang itu, kelak saya bakal berbincang sama beliau tentang itu," ujar Dudung.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·