
Richard Lee menanggapi santuy keputusan MCI nan mencabut sertifikat mualaf dirina. (Foto: Instagram/@dr.richard_lee)
JAKARTA - Richard Lee akhirnya menanggapi keputusan Mualaf Center Indonesia (MCI) nan mencabut sertifikat mualafnya. Pencabutan tersebut diumumkan oleh Hanny Kristianto, Sekjen MCI lewat akun IG pribadinya, pada 3 Mei 2026.
Lewat unggahannya, Richard nan diwakili timnya mengaku, menghargai keputusan nan diambil MCI. “Bagi kami, kepercayaan adalah perjalanan pribadi manusia dengan Tuhan. Tak sekadar label alias dokumen,” ujarnya dikutip dari Instagram @dr.richard_lee, Selasa (5/5/2026)
Meski sertifikat mualafnya dicabut MCI, timnya memastikan, Richard Lee tetap menjalani hidupnya dengan menerapkan nilai-nilai hidup nan baik. Dia tetap berupaya melakukan baik untuk orang lain dan belajar menjadi pribadi lebih baik.
Richard Lee menanggapi santuy keputusan MCI nan mencabut sertifikat mualaf dirina. (Foto: Instagram/@dr.richard_lee)
“Terima kasih untuk semua pihak nan tetap mendukung Richard Lee dengan bijak,” ungkap timnya menutup unggahan tersebut.
Hanny Kristianto, Sekretaris Jenderal MCI memastikan, pencabutan sertifikat mualaf Richard Lee tidak bakal membatalkan keislaman Richard. Karena sertifikat tersebut hanya digunakan untuk keperluan manajemen saja.
Lebih jauh, Hanny menjelaskan, ada tiga aspek utama nan membikin MCI mencabut sertifikat mualaf Richard Lee. Pertama, Richard menyia-nyiakan sertifikat mualaf nan telah dirilis MCI. “Sudah nyaris 1 tahun sertifikat dikeluarkan, namun hingga sekarang KTP nan berkepentingan tetap Katolik,” katanya.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·