Sering Ngos-Ngosan Saat Lari? Ini Tips dari Coach Biar Tubuh Lebih Nyaman

Sedang Trending 56 menit yang lalu
Ilustrasi Lari. Foto: BongkarnGraphic/Shutterstock

Lari sekarang menjadi salah satu olahraga nan banyak digemari, terutama oleh kalangan anak muda. Selain praktis dilakukan, olahraga kardio ini juga punya banyak faedah untuk kesehatan tubuh.

Sayangnya, nggak sedikit pelari pemula nan sering mengalami napas terengah-engah namalain ngos-ngosan di tengah lari. Kondisi ini tentu bikin sesi latihan terasa kurang nyaman, hingga nggak mood untuk melanjutkan lari.

Menurut laman Runner's World, napas nan sigap lenyap saat lari bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari pace terlalu sigap hingga postur tubuh nan tegang saat berlari. Posisi bahu nan terlalu naik alias tubuh nan membungkuk juga dapat membikin pernapasan terasa lebih pendek dan nggak maksimal.

Nah, jika Anda sering mengalami masalah serupa, yuk simak tips dari sejumlah coach berilmu berikut ini!

Tips Mengatasi Napas Nggak Stabil Saat Lari

Ilustrasi Lari Foto: muse studio/Shutterstock

Ketika napas nggak stabil saat lari, ada beberapa kemungkinan nan bisa menjadi penyebabnya. Menurut coach Syahrul (30), kondisi ini bisa dipengaruhi oleh intensitas lari nan sudah terlalu tinggi, sehingga heart rate (HR) masuk ke area anaerobik.

Saat masuk ke area anaerobik, napas biasanya mulai terasa berat lantaran tubuh bekerja lebih keras. Itulah sebabnya banyak pelari jadi lebih sigap ngos-ngosan ketika pace larinya terlalu dipaksakan sejak awal.

Coach Syahrul sendiri sudah cukup lama berkecimpung di bumi lari dan olahraga. Ia juga telah mendapatkan Certified Coach Level 1 by World Athletics, induk organisasi atletik tertinggi di dunia.

Nggak hanya itu, Coach Syahrul juga mempunyai sertifikasi Certified Trail Run Coach by KONI DKI Jakarta. Pengalaman tersebut membuatnya cukup memahami beragam kondisi nan sering dialami pelari, termasuk soal napas nan susah terkontrol saat berlari.

Coach Syahrul. Foto: kumparan

Menurutnya, ketika napas saat lari mulai terasa nggak terkontrol, ada beberapa perihal sederhana nan bisa Anda lakukan untuk membantu tubuh kembali stabil, seperti:

  • Mengatur ritme napas agar lebih terkontrol dan nggak terburu-buru

  • Menyesuaikan langkah kaki agar nggak terlalu panjang

  • Memperbaiki postur tubuh dengan teknik lari nan lebih rileks

  • Mengurangi kecepatan alias pace lari secara bertahap

  • Menjaga hidrasi tubuh sebelum dan selama latihan

  • Memerhatikan teknik lari agar aktivitas tubuh lebih efisien

Nah, tips berikutnya datang dari personal trainer freelance, Bams (41). Sebagai trainer yang aktif mendampingi pengguna mencapai goal fitness mereka, Bams juga sudah cukup berkawan dengan beragam kondisi nan sering terjadi saat olahraga, salah satunya masalah napas nggak stabil pas lari.

Menurut Bams, saat tubuh mulai ngos-ngosan, sebaiknya segera turunkan pace lari dan menggantinya dengan jalan santuy sejenak. Setelah napas mulai terasa lebih teratur dan tubuh kembali nyaman, barulah Anda bisa mulai berlari lagi secara perlahan.

Ilustrasi Berlari. Foto: metamorworks/Shutterstock

Untuk meminimalisir kondisi ngos-ngosan saat lari, Bams juga menyarankan agar latihan dilakukan secara rutin dan terstruktur. Kamu bisa mulai membiasakan diri dengan beberapa ragam latihan lari, seperti easy run, interval run, dan long run.

Berbagai jenis latihan tersebut bisa dilakukan secara berjenjang untuk membantu meningkatkan kapabilitas VO2 max (volume oksigen maksimal) tubuh.

Semakin tinggi nilai VO2 max seseorang, maka semakin baik juga keahlian jantung, paru-paru, dan otot dalam memanfaatkan oksigen. Karena itu, latihan nan konsisten dan berjenjang bisa membantu tubuh jadi lebih kuat, napas lebih stabil, dan performa lari pun meningkat seiring waktu.

Jangan ketinggalan info event Fun Run! Gabung organisasi kawan kumparan Running Club sekarang http://kum.pr/running

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan