Seribuan Hektare Padang Savana di TN Tambora Sumbawa Terbakar

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Kebakaran melanda sekitar 1.956 hektare area savana Taman Nasional (TN) Tambora di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak akhir pekan lalu.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, mengungkapkan kebakaran nan melanda savana Tambora pertama kali terdeteksi pada Minggu (5/7) pukul 13.30 WITA di Resort Piong.

"Saat terbakar kondisi di letak kering, vegetasi savana mudah terbakar, ditambah hembusan angin cukup kencang dengan topografi pegunungan, serta keterbatasan sumber air sehingga menyebabkan api sigap meluas," ujarnya melalui keterangan tertulis diterima di Mataram, Kamis (9/7) dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, Balai Dalkarhut Jabalnusra, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, berbareng BTN Tambora, Masyarakat Peduli Api (MPA) serta pihak mengenai terus berjuang memadamkan kobaran api di savana Tambora.

"Kebakaran melanda savana Tambora, tidak hanya menakut-nakuti kediaman satwa liar dan area konservasi berbobot tinggi, tetapi juga berpotensi berakibat terhadap masyarakat sekitar. Termasuk, mengganggu kualitas udara, apalagi dapat mempengaruhi aktivitas wisata alam nan menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat sekitar," ungkap Januanto.

Ia mengatakan, sejak awal kejadian, BTN Tambora berbareng MPA terus melakukan upaya pengendalian awal untuk membatasi penyebaran api sembari terus memantau perkembangan kondisi di lapangan.

"Berdasarkan hasil pemantauan titik panas (hotspot) serta koordinasi antara BTN Tambora dan Balai Dalkarhut Jabalnusra, Kemenhut menurunkan satu regu Manggala Agni dari Seksi Wilayah III Mataram untuk memperkuat operasi pemadaman," terangnya.

Januanto menuturkan, personel nan bekerja melakukan pemadaman diberangkatkan dari Mataram menuju Kabupaten Bima dan segera berasosiasi dengan Balai TN Tambora, MPA, serta unsur mengenai lainnya guna mengendalikan penyebaran api dan melindungi area nan tetap dapat diselamatkan.

"Pengendalian kebakaran tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kerjasama seluruh pihak agar pencegahan menjadi budaya bersama. Pada saat nan sama, setiap pelanggaran norma nan menyebabkan kebakaran bakal ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," katanya.

Sementara itu, Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Bambang Setyo Antoko, mengatakan saat ini operasi pemadaman difokuskan untuk menekan laju penyebaran api dengan menyesuaikan strategi terhadap karakter medan di Tambora.

"Karakteristik savana di Tambora membikin api dapat menjalar dengan cepat, terutama saat kondisi angin menguat dan sumber air terbatas. Karena itu, strategi pemadaman terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan agar penyebaran api dapat dikendalikan secara efektif," ujarnya.

Ia mengungkapkan, saat ini seluruh unsur nan terlibat terus bekerja secara terpadu dengan mengutamakan keselamatan personel sekaligus melindungi area nan tetap dapat diselamatkan.

"Operasi pemadaman tetap terus berlangsung," katanya.

Ia menambahkan Kemenhut membujuk pemerintah daerah, abdi negara kewilayahan, pengelola kawasan, pelaku wisata, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, menghindari setiap aktivitas nan berpotensi memicu kebakaran hutan, serta segera melaporkan andaikan menemukan indikasi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Taman Nasional Tambora merupakan area pelestarian alam seluas 71.645,64 hektare nan telah ditetapkan UNESCO sebagai Cagar Biosfer Dunia. Kawasan ini menjadi kediaman beragam satwa liar, di antaranya Kakatua Kecil Jambul Kuning, Nuri Kepala Merah, Kirik-kirik Australia, dan Rusa Timor.

Selain menjadi tembok krusial keanekaragaman hayati, Tambora juga merupakan lokasi wisata alam nan memberi faedah bagi masyarakat melalui jasa lingkungan dan aktivitas ekonomi nan tumbuh di sekitarnya.

(antara/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional