Kebakaran nan melanda permukiman padat masyarakat di Jalan Batu Ceper 9, Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta Pusat, menghanguskan 114 rumah beserta barang-barang di dalamnya. Kebakaran itu sekarang hanya menyisakan duka.
Seperti diketahui, kebakaran melanda permukiman penduduk di area Gambir, Jakpus. Sebanyak 114 rumah terdampak kejadian tersebut.
Berdasarkan papan info nan dilihat detikcom di lokasi, Senin (31/8/2026) pukul 18.00, terdapat 114 rumah nan terdampak kejadian tersebut. Selain itu, 880 jiwa dari 310 kartu family (KK) terdampak kebakaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebakaran dilaporkan penduduk kepada damkar pada pukul 13.40 WIB, operasi pemadaman dimulai pukul 13.46 WIB. Kebakaran nan melanda permukiman penduduk sudah padam.
"Sampai dengan malam ini untuk di sisi penduduk ini sudah pukul 18.00 tadi ini sudah, sudah clear ya. Tapi personil tetap tetap berjaga," kata Kadis Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara di letak kebakaran, Senin (31/8).
Siapkan Tenda Pengungsi
Wali Kota Jakarta Pusat (Jakpus) Arifin meninjau letak kebakaran ini. Dari hasil peninjauannya, Arifin mengungkap sebanyak 4 RT di RW 01, Kelurahan Kebon Kelapa, Gambir, terdampak kebakaran.
"Ini terdampak ada empat RT. RT 04, RT 05, 07, dan 09. Tepatnya di RW 01," ujar Arifin kepada wartawan di letak kebakaran, Senin (31/8/2026).
Arifin menjelaskan pihaknya telah menyiapkan tenda pengungsi untuk penduduk terdampak kebakaran. Fasilitas pendukung seperti toilet hingga air bersih juga disiapkan.
"Evakuasi nan dilakukan adalah penyiapan tenda pengungsi, kemudian juga penyiapan untuk sarana pendukung seperti tadi ada toilet ya, air bersih, kemudian untuk makan minum para penyintas nan terdampak," kata dia.
Arifin mengatakan pihaknya sedang memitigasi akibat dari kebakaran nan terjadi. Arifin bakal membahas penggantian akomodasi alias natura setelah mitigasi akibat kebakaran dilakukan.
"Intinya kita mitigasi akibat hari ini ya, baru kita penyiapan untuk natura dan sebagainya. Untuk hal-hal nan berangkaian dengan rumah dan sebagainya, kelak kita bicarakan lebih lanjut," imbuhnya.
Tinggal Tersisa Puing
Pantauan detikcom di letak kebakaran, Jalan Batu Ceper 9 RT 009 RW 01, Kelurahan Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026), terlihat rumah-rumah nan rusak parah akibat terbakar.
Puing-puing gedung terlihat berserakan. Aroma gosong tercium di lokasi.
Warga di sekitar letak tetap mencoba mencari barang-barang nan bisa diselamatkan. Ketua RT setempat, Toni, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 13.30 WIB pada Senin (31/8). Dia mengatakan situasi saat itu sedang sunyi lantaran banyak penduduk nan mengantar jenazah.
"Kebetulan di penduduk kami juga ada nan meninggal dunia. Jadi kebetulan di sini kosong, kita tinggal," kata Toni, Selasa (1/9).
Dia mengatakan penduduk terkejut saat mengetahui kebakaran terjadi. Dia menduga kebakaran dipicu korsleting.
Warga setempat, Yani, mengatakan dirinya mengetahui info kebakaran dari anaknya nan sedang mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) di rumah. Dia mengatakan anaknya langsung meminta dia pulang saat kebakaran terjadi.
"Saya tahu dari anak saya nan lagi PJJ di rumah sendirian. Saya diteleponin jam 1 siang, saya disuruh pulang. Pas sampai sini ya sudah habis. Anak saya kebetulan ada di dalam, dia nyelamatin surat-surat nan saya perintahkan. Saya suruh bawa surat-surat aja, nan lain nggak krusial lah, nan krusial diri Anda selamat," kata Yani.
Yani mengatakan dia dan penduduk lain sudah menerima bantuan. Dia sekarang mengungsi untuk sementara.
"Pakaian apa nan di badan saja. Sampai saat ini. Alhamdulillah support sudah ada dari relawan gitu ya, ngasih busana nan tetap layak saya pakai seperti ini," katanya.
Seragam Sekolah Ludes
Seorang warga, Wulan (40), mengatakan anaknya sedang sakit di rumah saat kebakaran terjadi. Dia berterima kasih dirinya dan family selamat dari kebakaran itu.
"Pas dengar ada kebakaran, dia langsung turun. Katanya kan di lantai dua, terus langsung keluar dia," kata Wulan di letak pengungsian, Selasa (1/9/2026).
Wulan mengatakan anaknya duduk di kelas 4 SD. Dia mengatakan seluruh peralatan sekolah seperti seragam dan kitab ludes terbakar.
"Tadi ada gurunya, dibolehin masuk. Pakai baju biasa juga nggak apa-apa, pakai sandal juga nggak apa-apa," katanya.
Wulan berambisi ada support perlengkapan sekolah. Dia mengatakan support tersebut krusial agar anaknya bisa sekolah seperti biasa.
"Ya, biar ada support perlengkapan, biar bisa sekolah seperti biasa," katanya.
(rdp/rdp)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·