Jakarta -
Jumlah serapan tenaga kerja sepanjang semester I 2026 tembus 1,45 juta orang. Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, nomor ini naik 15% dibanding periode nan sama tahun lalu.
Menurut Airlangga penyerapan tenaga kerja terjadi di tengah kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) nan terjadi di Tanah Air. Dalam kondisi itu Airlangga menyebut serapan tenaga kerja baru tetap meningkat tinggi.
"Kemudian jumlah tenaga kerja nan terserap di semester satu 2026 sebesar 1,45 juta tenaga kerja langsung dan dibandingkan tahun lampau ini naik 15%.
Jadi jumlah orang nan bekerja terekrut lebih banyak 15% dari tahun lalu. Dan di tengah adanya beberapa rumor ataupun kasus-kasus PHK tetapi jumlah orang nan dipekerjakan dengan lapangan kerja baru, investasi baru meningkat dengan tinggi," ujar Airlangga dalam konvensi pers di instansi Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Airlangga menjelaskan nomor serapan tenaga kerja berasal dari investasi nan masuk ke Indonesia. Berdasarkan info Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, realisasi investasi pada paruh pertama tahun 2026 mencapai Rp 1.010 triliun.
Sektor hilirisasi dan manufaktur menjadi dua sektor dominan nan menyerap tenaga kerja. Menurut Airlangga, 30% realisasi investasi tersebut masuk ke proyek hilirisasi.
"Pertumbuhan tenaga kerja itu akibat dari investasi, dan investasi 30% ke hilirisasi, kemudian juga di pulau Jawa itu masuknya ke manufaktur. Jadi sektor itulah nan menjadi salah satu penopang untuk peningkatan penyerapan daripada tenaga kerja," terang Airlangga.
Selain itu, sektor industri makanan dan minuman juga menyerap tenaga cukup tinggi. Kemudian ada sektor tourism alias pariwisata nan merekrut banyak tenaga kerja.
"Kemudian nan kedua dari segi serapan, (industri) makanan minuman dan juga turis lokal maupun wisman. Itu sektor mamin juga mendorong lantaran dia tumbuh sekitar 10%. Jadi dua sektor itu menjadi sektor nan merekrut cukup banyak tenaga kerja," tutup Airlangga.
(ily/hns)
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·