Serangan Drone Rusia Hantam Kereta di Perbatasan Polandia Usai Boris Johnson Melintas

Sedang Trending 58 menit yang lalu
Serangan Drone Rusia Hantam Kereta di Perbatasan Polandia Usai Boris Johnson Melintas Drone Rusia menghantam kereta di Yahodyn dekat perbatasan Polandia setelah mantan PM Inggris Boris Johnson melintas. Simak kronologi dan respons para pemimpin dunia.(Ukraine's DSNS emergency service)

SEBUAH drone jet milik Rusia menghantam lokomotif kereta api di Yahodyn, wilayah perbatasan Ukraina-Polandia, tak lama setelah mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan sejumlah pejabat tinggi keamanan Eropa melintas di jalur tersebut.

Otoritas Ukraina memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini lantaran seluruh penumpang telah dievakuasi sekitar 15 menit sebelum serangan terjadi.

Boris Johnson beserta jejeran penasihat keamanan nasional Eropa, termasuk Jonathan Powell dari Inggris, diketahui menumpangi kereta berbeda saat perjalanan pulang seusai menghadiri konvensi Yalta European Strategy (YES) di Kyiv.

Pihak Rusia menyatakan serangan tersebut menyasar prasarana kereta api di Ukraina barat. Namun, perusahaan kereta api negara Ukraina, Ukrzaliznytsia, mengindikasikan sasaran drone tersebut kemungkinan besar adalah kereta diplomatik.

"Kereta tersebut berangkat dari stasiun lebih sigap dari agenda semula lantaran perubahan akibat ancaman serangan Rusia nan terus berlanjut," tulis pihak Ukrzaliznytsia dalam pernyataan resminya.

Selain Johnson, otoritas perkeretaapian Ukraina mengungkap mantan Direktur CIA David Petraeus juga berada di dalam kereta lain di Stasiun Yahodyn saat serangan terjadi. Otoritas Ukraina dan Polandia mengonfirmasi titik ledakan hanya berjarak 2 kilometer dari pemisah wilayah Polandia.

Mantan Perdana Menteri Swedia Carl Bildt, nan juga menghadiri konvensi di Kyiv, menceritakan pengalamannya saat kereta nan ditumpanginya sempat berakhir secara mendadak.

"Di kereta nan saya tumpangi, kami menerima perintah untuk bersiap dievakuasi setelah kereta berhenti. Namun beberapa menit kemudian, kami diberitahu bahwa situasi sudah kondusif dan perjalanan dapat dilanjutkan," tutur Bildt. Kereta tersebut akhirnya tiba dengan selamat di Stasiun Dorohusk, Polandia.

Menanggapi peristiwa ini, Boris Johnson mengecam tindakan Moskow nan dinilainya tidak masuk akal.

"Saya tidak tahu logika bengkok apa nan mendorong Putin untuk meledakkan lokomotif Ukraina nan sedang berakhir di perbatasan Polandia pagi ini," tulis Johnson di media sosial X.

"Ini adalah corak serangan random dan tidak masuk logika nan kudu dihadapi penduduk Ukraina setiap hari—bahkan pada jalur kereta api sipil," lanjutnya seraya mendesak sekutu Kyiv untuk segera mendistribusikan sistem pertahanan udara nan dibutuhkan Ukraina.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyebut serangan di Yahodyn sebagai corak teror nan kian mendekati wilayah Uni Eropa dan NATO.

"Putin perlu memahami bahwa kebiadabannya bakal dibalas dengan tindakan tegas nan meningkatkan biaya perang baginya hingga ke tingkat nan tidak dapat diterima. Ini satu-satunya langkah untuk menghentikannya," tegas Sybiha.

Dampak dari eskalasi ini memicu kejahatan keamanan di negara tetangga. Perdana Menteri Polandia Donald Tusk langsung menggelar rapat darurat untuk merespons situasi nan memanas.

"Eskalasi tindakan dari pihak Rusia menjadi kenyataan, dan mereka bergerak semakin dekat ke perbatasan kami," ujar Tusk.

Serangan ini memperpanjang catatan kelam penargetan akomodasi transportasi publik oleh militer Rusia. Jaringan kereta api merupakan moda transportasi vital bagi jutaan penduduk Ukraina sejak seluruh penerbangan sipil dihentikan akibat invasi skala penuh pada 2022.

Awal pekan ini, serangan drone Rusia di perbatasan Ukraina-Moldova menewaskan dua orang. Serangan terpisah pada kereta penumpang di Ukraina selatan juga menewaskan seorang kondektur wanita, serta enam pegawai Ukrzaliznytsia tewas akibat pengeboman depo di Kyiv pada awal bulan.

Pada Januari lalu, Presiden Volodymyr Zelensky mengecam serangan Rusia ke kereta penumpang di Kharkiv nan menewaskan lima orang sebagai tindakan terorisme.

Di luar wilayah pertempuran, sejumlah negara Eropa turut menuding Rusia berada di kembali beragam tindakan sabotase. Jerman menuduh Rusia bertanggung jawab atas serangan drone di Bandara Leipzig pada Agustus lalu, klaim nan dibantah Moskow sebagai perihal absurd. Sejumlah kejadian kebakaran mencurigakan di akomodasi pertahanan dari Italia hingga Estonia juga diduga melibatkan peran Rusia. (BBC/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia