Ravie Wardani
, Jurnalis-Senin, 14 September 2026 |06:27 WIB

Kronologi Dugaan Kekerasan Seksual: Betrand Peto Tarik Korban ke Toilet dan Paksa Berhubungan Badan. (Foto: Ravie Wardani|Okezone)
JAKARTA - ANW, korban kasus tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) nan diduga dilakukan Betrand Peto akhirnya muncul ke publik. Mengenakan hoodie hitam, masker, dan kacamata hitam, korban membeberkan kronologi kasus TPKS nan dialaminya.
ANW mengaku, semua bermulai ketika dirinya dan dua temannya mendatangi kelab malam di area SCBD, Jakarta Selatan, pada 12 September 2026, pukul 02.00 WIB. Tiba-tiba seorang staf datang dan menawarkan untuk korban dan teman-temannya meramaikan private room nan dibooked Betrand Peto.
“Tawaran itu kami terima. Staf itu kemudian take over kami ke waiter laki-laki nan ada di room si BP. Sebelum pergi, waiter itu membagikan minuman dan memastikan bahwa room itu aman. Aku enggak ada pikiran negatif jika kami bakal apes di tempat itu,” ujarnya dalam konvensi pers, pada 13 September 2026.
Kronologi Dugaan Kekerasan Seksual: Betrand Peto Tarik Korban ke Toilet dan Paksa Berhubungan Badan. (Foto: Ravie Wardani|Okezone)
Korban kemudian keluar room untuk mengambil ponsel miliknya nan ketinggalan. Saat dia kembali ke room itu, rupanya temannya tidak ada lantaran sedang berada di toilet. ANW kemudian duduk di sofa, tepat di samping BP.
“Tiba-tiba, BP menarik tangan saya ke toilet. Awalnya, saya pikir untuk mengecek kawan saya nan terlalu lama di toilet. Ternyata, di depan pintu toilet, dia dipaksa saya melakukan hubungan badan,” tuturnya dengan bunyi bergetar.
Akibat kekerasan nan dilakukan Betrand Peto, Nathaniel Hutagaol mengatakan, kliennya mengalami sejumlah memar dan lebam di bagian hidung, leher, tangan, dan siku. Sekitar pukul 04.00 WIB, ANW dan temannya sukses melarikan diri dari kelab malam itu berkah support seorang staf.
52 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·