Ilustrasi, hasil pemeriksaan kesehatan paru.(Dok. Freepik)
TIM peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) sukses mengembangkan terobosan medis melalui sintesis senyawa turunan salisil hidrazida sebagai kandidat obat kanker paru. Penelitian ini menggunakan pendekatan targeted therapy nan secara spesifik menyasar enzim tirosin kinase, sebuah molekul kunci nan mengatur pembelahan sel kanker.
Dengan sasaran nan presisi, pengobatan ini diharapkan menjadi lebih efektif sekaligus bisa meminimalkan kerusakan pada sel sehat dibandingkan terapi konvensional.
Dalam proses pengembangannya, peneliti memodifikasi senyawa 2-hydroxybenzohydrazide menjadi beberapa turunan baru. Salah satu kelebihan riset ini adalah penggunaan metode gelombang mikro dalam proses sintesisnya nan terbukti jauh lebih sigap dan efisien.
Efektivitas teknik tersebut terlihat dari hasil rendemen nan sangat tinggi, ialah mencapai 79 hingga 98 persen, sehingga sangat potensial untuk produksi kandidat obat dalam jumlah optimal.
Potensi antikanker senyawa ini telah diuji secara in vitro terhadap sel kanker paru manusia (A549). Hasil laboratorium menunjukkan performa nan menjanjikan, terutama pada senyawa S5 (3,4-dikloro-N’-(2-hidroksibenzoil)benzohidrazida) nan mempunyai nilai IC_{50} sebesar 68,75 µM. Angka ini menandakan keahlian kuat senyawa tersebut dalam menghalang pertumbuhan sel kanker meski dalam konsentrasi nan relatif rendah.
Validitas temuan ini semakin diperkuat melalui kajian komputasi berupa molecular docking nan menunjukkan ikatan stabil antara senyawa S5 dengan sasaran biologisnya.
Konsistensi antara simulasi digital dan uji laboratorium ini mempertegas sistem kerja senyawa sebagai pemasok penghambat kanker nan akurat.
Meski tetap memerlukan tahapan uji toksisitas dan klinis lanjutan, riset nan dipublikasikan dalam jurnal Science and Technology Indonesia ini menjadi langkah awal nan krusial bagi terciptanya pengobatan kanker nan lebih tepat sasaran di masa depan.
(Unair/H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·