Petugas Haji Menjaga Jemaah Risiko Tinggi Tetap Bisa Beribadah

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Pagi belum sepenuhnya beranjak ketika langkah petugas lansia dan disabilitas (Landis) mulai bergerak menyusuri hotel-hotel tempat jemaah haji menginap. Mereka datang bukan sekadar untuk memandang kondisi, tapi memastikan ada tangan nan siap membantu ketika seorang jemaah mulai kesulitan menjalani aktivitas hariannya.

Di antara jutaan jemaah nan datang ke Tanah Suci, terdapat golongan nan memerlukan perhatian lebih. Mereka adalah jemaah akibat tinggi nan mempunyai keterbatasan fisik, gangguan kesehatan, alias memerlukan support dalam aktivitas sehari-hari.

Bagi tim Landis Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, mereka menjadi prioritas pendampingan. Tugas itu dijalankan melalui kunjungan rutin, pemantauan kondisi, hingga memastikan kebutuhan dasar jemaah tetap terpenuhi selama berada di Makkah.

Petugas Landis PPIH Arab Saudi, Rika Novianti, mengatakan pendampingan dilakukan kepada jemaah nan memerlukan support dalam aktivitas sehari-hari.

“Sebagai tim Landis, kami memberikan pelayanan berupa visiting dan monitoring kepada jemaah kategori akibat tinggi nan memerlukan support aktivitas sehari-hari, seperti makan dan minum, pemberian obat rutin, menjaga kebersihan diri, membantu mandi, hingga sekadar menemani dan berganti cerita,” ujar Rika saat ditemui tim Media Center Haji di Makkah, Kamis (18/6/2026).

Bagi sebagian jemaah, support tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun di tengah perjalanan ibadah nan panjang dan jauh dari keluarga, perhatian mini bisa menjadi penopang agar mereka tetap mempunyai kekuatan untuk melanjutkan rangkaian haji.

Setiap hari, petugas Landis melakukan pemantauan langsung ke hotel-hotel jemaah. “Tim Landis selalu berkoordinasi dengan ketua kloter dan tenaga kesehatan kloter mengenai daftar jemaah akibat tinggi, terutama nan tidak mempunyai pendamping dan memerlukan support dalam aktivitas sehari-hari,” kata Rika.

Koordinasi tersebut menjadi mata rantai krusial agar jemaah nan memerlukan perhatian unik dapat segera teridentifikasi. Dengan begitu, pelayanan tidak hanya diberikan ketika masalah muncul, tapi dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan.

Peran Landis juga terlihat dalam jasa Safari Wukuf Lansia (SWL), sebuah program nan membantu jemaah akibat tinggi nan tidak bisa menjalankan rangkaian puncak haji secara mandiri.

“Safari Wukuf Lansia diperuntukkan bagi jemaah akibat tinggi nan tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Saat puncak haji mereka kami dampingi untuk melaksanakan wukuf di Arafah menggunakan bus,” jelas Rika.

Setelahnya, sejumlah rangkaian ibadah seperti lontar jumrah dan tawaf ifadlah dibadalkan sesuai ketentuan bagi mereka nan mempunyai keterbatasan.

Di kembali rutinitas pemantauan tersebut, tersimpan cerita-cerita nan menguatkan hati para petugas. Salah satunya kisah Suhada, jemaah lanjut usia berumur 84 tahun dari Kelompok Terbang (Kloter) SOC 69.

Suhada mengalami demensia dan beberapa kali tidak menyadari bahwa dirinya sedang berada di Makkah. Namun keterbatasan ingatan itu tidak menghapus semangatnya dalam beribadah.

Menurut Rika, ada satu perihal nan selalu membuatnya terkesan. Setiap kali terbangun, perhatian Suhada bukan tertuju pada keberadaannya, melainkan waktu ibadah.

“Ia sering tidak ingat sedang berada di Makkah. Tetapi nan luar biasa, dia selalu berzikir tanpa henti. Setiap bangun tidur, nan pertama ditanyakan adalah, Ini jam berapa? Sudah masuk waktu salat alias belum?” tutur Rika.

Kisah tersebut menjadi pengingat bagi petugas bahwa di kembali kondisi bentuk nan menurun, tetap ada semangat besar dari para jemaah untuk menyelesaikan perjalanan spiritual mereka.

Rika menilai, pelayanan kepada jemaah akibat tinggi tidak berakhir ketika mereka tiba di Tanah Suci. Menurutnya, persiapan kesehatan sejak sebelum keberangkatan juga menjadi aspek krusial agar jemaah bisa menjalani ibadah dengan kondisi terbaik.

Ia berambisi proses pemeriksaan istithaah kesehatan dapat semakin diperkuat sehingga jemaah nan berangkat betul-betul siap menghadapi rangkaian ibadah haji.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita