Sempat Gagal Dua Kali, Ramdhan Raih Predikat Lulusan Terbaik IPDN

Sedang Trending 57 menit yang lalu

Jakarta -

Muhammad Ramdhan sukses menjadi salah satu lulusan terbaik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) setelah melalui perjuangan panjang. Putra wilayah tersebut sempat dua kali kandas dalam seleksi masuk IPDN sebelum akhirnya lolos pada percobaan ketiga.

Tekadnya untuk berkuliah di IPDN tumbuh lantaran nyaris setiap hari dia melewati gerbang kampus tersebut dan memandang aktivitas petugas keamanan dalam (PKD).

"Di tahun pertama [tes masuk] saya merasa down lantaran saya telah mempersiapkannya dengan cukup baik, mulai dari belajar untuk tes, namun qadarullah belum rezekinya untuk lulus," ujar Ramdhan dalam keterangannya, Kamis (6/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ramdhan bercerita ketika terpuruk, sang ayah nan merupakan pensiunan Polri berkedudukan Ipda dan ibu pensiunan pembimbing terus menyemangati dan memotivasi untuk mencoba lagi. Kedua orang tuanya begitu percaya dia bakal menjadi Praja IPDN.

Usai kandas pada seleksi pertama, Ramdhan melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Kota Bogor sembari mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi IPDN kembali. Ia rutin belajar dan berlatih fisik, namun kembali kandas pada percobaan kedua. Meski demikian, Ramdhan tidak menyerah dan tetap mendapat support penuh dari kedua orang tuanya nan meyakini setiap proses memerlukan waktu.

"Alhamdulillah kedua orang tua tidak pernah marah ataupun menyalahkan saya ketika saya gagal. [Orang tua bilang] hasil nan baik itu pasti bakal datang di waktu nan tepat," kata Ramdhan.

Ramdhan mengaku support kedua orang tuanya menjadi motivasi untuk terus mencoba. Ia memanfaatkan kegagalan pada dua seleksi sebelumnya sebagai bahan evaluasi, mulai dari mempelajari pola soal dalam Computer Assisted Test (CAT), menyusun strategi mengerjakan soal, hingga melatih manajemen waktu.

Di tahun ketiga, upaya Ramdhan membuahkan hasil saat diterima menjadi calon Praja Angkatan XXXIII pada tahun 2022. "Setiap kali melewati kampus itu, kemauan untuk berjuang kembali itu selalu muncul. Akhirnya lulus di tahun ketiga," katanya.

Selama tiga kali tes, Ramdhan mengaku tak mengeluarkan biaya selain ongkos transport dan ujian SKD. Sebaliknya, dia justru berterima kasih bisa membantu meringankan beban orang tua mengingat semua akomodasi nan dia terima selama studi di IPDN didapatkan secara gratis.

"Tes gratis, dimulai dari pendaftaran SPCP (seleksi penerimaan calon praja), untuk kehidupan di IPDN ini mulai dari tinggal di pondok dan seragam pun dibiayai oleh negara," ucapnya.

Setelah diterima sebagai praja Program Studi Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik, Ramdhan berkomitmen menjalani pendidikan dengan disiplin dan konsisten. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan terpilih sebagai salah satu penerima penghargaan Sapta Abdi Praja, nan diberikan kepada sembilan lulusan terbaik IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026.

Ia mengaku prestasi itu menjadi kebanggaan bagi kedua orang tuanya, sekaligus mengantarkannya mengikuti pelantikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Suatu ketika saya sedang berbincang santai, ibu saya secara spontan (bilang) mau saya dilantik langsung oleh presiden. Saya tidak menyangka bahwa dari obrolan santuy itu menjadi angan nan didengar dan dikabulkan oleh Allah," tutupnya.

(akd/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News