Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengungkapkan hasil investigasi sementara mengenai penyebab kasus keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Temuan tersebut tetap didalami sebagai bagian dari investigasi kasus keracunan.
Karena itu, BGN sekarang memperketat penyelenggaraan standar operasional prosedur (SOP) untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Sejauh ini investigasi sementara mereka masaknya kecepetan. Intinya kita berpacu melawan waktu gimana caranya memastikan tidak boleh ada keracunan lagi,” kata Sudaryono usai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (6/8).
Menurut Sudaryono, hasil pertimbangan juga menemukan tetap ada dapur MBG nan telah lama beraksi tetapi belum melengkapi SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi).
“SLHS kita kasih sampai dengan tanggal 10. Ternyata ada dapur-dapur nan sudah beraksi lama selama ini itu tidak melengkapi diri dengan SLHS,” beber dia.
Dia menjelaskan, kondisi tersebut menjadi perhatian lantaran dapur nan belum memenuhi standar higienitas berpotensi menimbulkan persoalan keamanan pangan.
“Kami menduga bahwa salah satu nan barangkali menjadi kecurigaan besar, kan jika dapurnya tidak terstandar sertifikasi higienis kan bahaya,” tutur Sudaryono.
BGN pun memberikan kesempatan hingga 10 Agustus kepada dapur nan belum melengkapi SLHS. Apabila hingga pemisah waktu tersebut persyaratan belum dipenuhi, BGN bakal melakukan investigasi lebih lanjut.
“Kalau memang rupanya sampai tanggal 10 kok enggak ngurus, kan berfaedah ada something. Nah itu tentu bakal kita investigasi,” ujar dia.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·