Semangka Cocok untuk Buka Puasa, Ini Tips Memilih yang Enak!

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Semangka Cocok untuk Buka Puasa, Ini Tips Memilih nan Enak!

Semangka Cocok untuk Buka Puasa, Ini Tips Memilih nan Enak! (Foto: Freepik)

JAKARTA - Semangka menjadi buah nan direkomendasikan untuk berbuka puasa, karena 92 persen mengandung air dan mempunyai sejumlah manfaat. Tapi tidak semua semangka, lezat dikonsumsi. Bagaimana caranya? 

Ada beberapa langkah memilih dan mengolah semangka agar lebih nikmat dikonsumsi. Pilihlah semangka nan matang secara alami dan tidak dipetik terlalu dini. 

Hal ini dapat dilihat dari bercak kuning di bagian bawah buah nan menandakan semangka matang alami di bawah sinar mentari saat berada di tanah.

Pastikan semangka terasa keras, bentuknya simetris, dan beratnya sesuai dengan ukurannya. Setelah memilih semangka nan baik, seperti dikutip Cleveland Clinic, Minggu (8/3/2026), buah ini bisa langsung dipotong dan dimakan. 

Selain itu, semangka juga bisa diolah dengan langkah dipanggang sekitar dua menit di setiap sisi, dibuat saribuah dengan diblender, alias ditambahkan ke dalam salad.

Berbagai trik memilih dan mengolah semangka tersebut dapat diterapkan saat menjadikannya sebagai menu berbuka puasa.

Namun, semangka rupanya tidak hanya menarik dari tampilannya saja, tetapi juga mempunyai kandungan nan sangat baik bagi tubuh, khususnya bagi orang nan menjalani puasa.

1. Memiliki Kandungan Air nan Tinggi

Melansir dari Cleveland Clinic, semangka mempunyai kandungan air nan cukup tinggi hingga 92 persen. Kandungan air nan banyak itu sangat cocok sebagai asupan untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh, elektrolit, alias karbohidrat harian, serta membantu mengembalikan cairan tubuh nan lenyap saat berpuasa.

2. Mengatur Kadar Gula Darah dan Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Saat berbuka puasa, kita condong “lapar mata” sehingga nyaris semua makanan nan terlihat menggugah selera mau dikonsumsi setelah seharian berpuasa. Namun tanpa disadari, perihal tersebut dapat membikin kadar gula darah naik dan berisiko memicu diabetes.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com