Organisasi wanita Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, mendorong peningkatan partisipasi wanita dalam bagian pendidikan. Hal ini sejalan dengan cita-cita Pahlawan Nasional RA Kartini.
Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, mengatakan kaum wanita mempunyai peran krusial dalam menghadapi dinamika dan tantangan zaman, khususnya di era digital.
"Hari Kartini merupakan momentum reflektif untuk meneguhkan kembali kontribusi wanita dalam sejarah dan pembangunan bangsa," ujar Salmah dalam keterangan tertulis, Selasa (21/4).
Salmah menyebut tokoh-tokoh wanita seperti Nyai Siti Walidah, Laksamana Malahayati, H.R. Rasuna Said, Cut Nyak Dien, Dewi Sartika, dan Martha Christina Tiahahu mempunyai peran besar dalam beragam bagian kehidupan dan kemajuan bangsa.
"Dalam konteks ‘Aisyiyah, perihal ini tercermin dari kiprah Siti Umniyah nan pada 1924 merintis taman kanak-kanak sebagai embrio TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal, serta Siti Baroroh Baried nan dikenal sebagai pembimbing besar wanita pertama di Indonesia," jelasnya.
Ia menilai meningkatnya partisipasi wanita pada jenjang pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi merupakan capaian nan patut diapresiasi.
"Hal tersebut perlu ditopang dengan terbukanya akses pendidikan nan merata bagi wanita di mana pun berada," tegasnya.
Namun, dia juga menekankan bahwa paradigma nan membatasi wanita hanya pada ranah domestik kudu dihapuskan.
Sejarah menunjukkan wanita mempunyai ruang luas untuk berkarya, baik pada masa perjuangan kemerdekaan maupun dalam tradisi Islam, seperti Siti Khadijah nan dikenal sebagai saudagar sukses dan Siti Aisyah nan mempunyai keluasan ilmu.
"Fakta ini menunjukkan bahwa wanita mempunyai ruang nan luas untuk berkarya, berdaya, dan berkontribusi dalam beragam sektor pembangunan," katanya.
Untuk itu, PP ‘Aisyiyah mendorong penguatan kapabilitas wanita melalui peningkatan literasi, pemanfaatan teknologi secara produktif, serta penguatan nilai-nilai keadaban dan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat.
"Semangat Kartini kudu kita hidupkan, bukan hanya sebagai peringatan, tetapi sebagai aktivitas untuk menghadirkan wanita nan berdaya, berkemajuan, dan berkontribusi bagi peradaban bangsa," kata Salmah.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·