Selat Hormuz Mulai Longgar, Tiga Kapal Minyak Iran Tinggalkan Area Blokade

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Selat Hormuz Mulai Longgar, Tiga Kapal Minyak Iran Tinggalkan Area Blokade Kapal tanker India di Selat Hormuz.(Dok. AFP/STR)

TIGA kapal tanker nan mengangkut minyak mentah Iran dilaporkan sukses keluar dari blokade Amerika Serikat di area Selat Hormuz pada Selasa (16/6), beberapa hari menjelang penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Washington dan Teheran di Swiss.

Informasi tersebut disampaikan oleh TankerTrackers, situs pemantau lampau lintas pengiriman minyak dunia, melalui laporan nan dipublikasikan di platform resminya.

"Ekspos minyak mentah pertama Iran dalam dua bulan," demikian keterangan nan dimuat dalam situs tersebut, dilansir Rabu (17/6).

Menurut info nan dipantau TankerTrackers, setidaknya tiga kapal tanker Iran telah meninggalkan area nan sebelumnya berada dalam pengawasan blokade Angkatan Laut Amerika Serikat.

"Setidaknya dua kapal tanker super VLCC milik National Iranian Tanker Company (NITC) berjulukan DIONA (9569695) dan HERO2 (9362073) keluar dari perimeter blokade Angkatan Laut AS dengan membawa total campuran 3,8 juta barel minyak mentah Iran," tulis TankerTrackers melalui akun X resminya pada Selasa (16/6).

Lembaga pemantau itu juga melaporkan adanya kapal tanker ketiga nan sukses meninggalkan area blokade. "Kapal tanker NITC ketiga, nan berjenis Suezmax, sekarang keluar dari garis blokade dengan membawa 1 juta barel minyak mentah Iran," lanjut pernyataan tersebut.

Pergerakan kapal-kapal tanker tersebut terjadi di tengah perkembangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran nan dalam beberapa hari terakhir menunjukkan tanda-tanda meredanya ketegangan.

Sebelumnya, Amerika Serikat memberlakukan pembatasan terhadap kapal-kapal nan berlayar dari dan menuju pelabuhan Iran sebagai bagian dari tekanan ekonomi terhadap Teheran. Di sisi lain, Iran sempat menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan nan dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke wilayahnya pada akhir Februari lalu.

Keluarnya kapal-kapal tanker Iran dari area blokade dipandang sebagai salah satu sinyal awal menjelang penandatanganan MoU nan dijadwalkan berjalan di Burgenstock, Swiss, pada 19 Juni mendatang.

Berdasarkan info nan beredar, delegasi Iran bakal dipimpin oleh Mohammad Bagher Ghalibaf. Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat hingga sekarang belum mengumumkan secara resmi siapa nan bakal memimpin delegasi mereka dalam pertemuan tersebut.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyebut Wakil Presiden JD Vance bakal menghadiri upacara penandatanganan kesepakatan tersebut. Vance juga telah mengonfirmasi kehadirannya dan menyatakan tidak menutup kemungkinan Trump turut datang ke Swiss.

MoU nan bakal ditandatangani kedua negara dikabarkan mencakup sejumlah rumor penting, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan beragam hukuman ekonomi terhadap Iran, serta pembahasan mengenai masa depan program nuklir Teheran.

Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju proses negosiasi nan lebih luas untuk mengakhiri bentrok antara kedua negara dan menciptakan fondasi bagi perdamaian jangka panjang di area Timur Tengah.

Dengan mulai bergeraknya ekspor minyak Iran dan meningkatnya intensitas diplomasi antara kedua pihak, perhatian bumi sekarang tertuju pada hasil pertemuan di Swiss nan dinilai dapat menentukan arah hubungan Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa tahun mendatang. (CNN/H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia