Selain Masker, Ini 4 Cara Melindungi Diri dari Bahaya Asap Karhutla

Sedang Trending 54 menit yang lalu

ASAP kebakaran rimba dan lahan (karhutla) dapat berakibat jelek terhadap kesehatan, terutama pada sistem pernapasan. Karena itu, masyarakat nan tinggal di wilayah terdampak perlu melakukan langkah perlindungan diri untuk mengurangi akibat paparan asap.

Dokter ahli paru dan pernapasan (pulmonolog) nan aktif berpraktik di Kalimantan Tengah, dr. Itna Warnida, Sp.P, FISRD, dalam aktivitas Morning Zone nan tayang di Youtube Okezone mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap asap karhutla sekadar gangguan nan membikin napas terasa tidak nyaman. Asap tersebut mengandung partikel dan unsur rawan nan dapat mengganggu kesehatan.

Penggunaan masker menjadi salah satu langkah penting. Namun, perlindungan diri juga perlu disertai kebiasaan menjaga kecukupan cairan, mengonsumsi makanan bergizi, serta memperhatikan asupan vitamin dari sumber makanan alami.

Lantas, apa saja langkah nan dapat dilakukan masyarakat untuk menjaga kesehatan selama karhutla tetap berlangsung?

1. Gunakan Masker untuk Mengurangi Paparan Asap

Penggunaan masker merupakan salah satu langkah perlindungan nan perlu diperhatikan ketika kualitas udara memburuk akibat karhutla. dr. Itna menjelaskan bahwa masker dapat membantu menyaring partikel rawan di udara, meskipun tidak bisa memberikan perlindungan 100 persen.

Untuk mengurangi paparan partikel halus, masyarakat dapat menggunakan respirator seperti N95 alias KN95 nan terpasang rapat di wajah. Masker medis alias masker kain umumnya tidak memberikan tingkat perlindungan nan setara terhadap partikel asap berukuran sangat kecil.

Selain menggunakan masker nan sesuai, masyarakat sebaiknya membatasi aktivitas di luar ruangan ketika asap sedang pekat. Selain itu, masyarakat juga bisa mengikuti info kualitas udara serta pengarahan petugas setempat.

“Kita perlu melindungi saluran pernapasan dengan menggunakan masker untuk menyaring partikel rawan semaksimal mungkin, meskipun perlindungannya tidak bisa mencapai 100 persen,” ucap dr. Itna.

2. Pastikan Tubuh Tidak Kekurangan Cairan

Selain menggunakan masker, menjaga kecukupan cairan juga menjadi bagian krusial dari upaya menjaga kesehatan. dr. Itna mengingatkan masyarakat agar tidak mengalami dehidrasi dan memastikan kebutuhan cairan harian terpenuhi.

Tubuh mempunyai sistem pertahanan alami pada saluran pernapasan, termasuk silia alias rambut-rambut lembut nan membantu menggerakkan lendir dan mengeluarkan partikel nan terperangkap. Menjaga hidrasi membantu mendukung kegunaan normal tubuh, termasuk saluran pernapasan.

Karena itu, minumlah air secara teratur sesuai kebutuhan. Kebutuhan cairan dapat berbeda-beda, berjuntai pada usia, aktivitas, kondisi kesehatan, dan cuaca. Meski demikian, minum air nan cukup tidak dapat menetralkan racun dalam asap alias menggantikan kebutuhan untuk mengurangi paparan polusi.

“Kita juga tidak boleh mengalami dehidrasi alias kekurangan cairan. Kita kudu cukup minum. Mengapa? Karena di saluran pernapasan kita terdapat silia, ialah rambut-rambut lembut nan membantu mengeluarkan partikel berbahaya. Agar sistem ini dapat bekerja seoptimal mungkin, tubuh kudu mendapatkan cairan nan cukup,” jelas dr. Itna.

“Kecukupan cairan juga krusial agar organ-organ tubuh dapat berfaedah dengan baik,” lanjutnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑