Sektor Industri Ini Rawan PHK Karyawan Imbas Perang Timur Tengah

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Sebanyak 15.425 orang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) pada periode Januari-April 2026. Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat menyebut salah satu wilayah nan paling rentan terdampak PHK, ialah Jawa Barat.

Saiful mengatakan info nan dihimpun dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) serta Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menunjukkan bahwa sektor industri nan berjuntai pada bahan baku minyak dan plastik adalah nan paling rentan.

"Saya pun dapat info dari Kemnaker dan Kemenperin. nan pasti di wilayah Jawa Barat. Tentunya, bahan-bahan bakunya tergantung dengan minyak, plastik, nan tentunya bakal terdampak dengan kondisi perekonomian dan perang nan saat ini terjadi," ujar Saiful saat ditemui di instansi Kementerian Koperasi, Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melihat perihal tersebut, Saiful menegaskan tidak tinggal diam. Pihaknya sekarang tengah melakukan pemetaan intensif untuk menyisir perusahaan-perusahaan mana saja nan mempunyai potensi besar melakukan PHK.

Tak hanya itu, pihaknya juga bakal bergerak aktif menghubungi para pemberi kerja. Tujuannya untuk memastikan hak-hak pekerja nan menjadi korban PHK bisa langsung cair tanpa kendala.

"Yang pasti kami bakal langsung melakukan proaktif dan siap untuk segera memberikan hak-hak bagi para pekerja nan bakal terdampak PHK," terang Saiful.

Lebih lanjut, Saiful menegaskan pihaknya bakal membuka gerai alias counter pelayanan langsung di letak perusahaan nan terdampak. Hal ini dilakukan agar pekerja tidak perlu jauh-jauh datang ke instansi cabang.

"Termasuk jika dibutuhkan kita bakal membuka counter-counter di lokasi-lokasi tempat perusahaan nan mengalami PHK," tambah Saiful.

Seperti diketahui, Berdasarkan info Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Jawa Barat menjadi provinsi dengan nomor PHK paling banyak. Kemnaker mencatat nomor PHK di provinsi Jawa Barat mencapai 3.339 orang. Jumlah tersebut setara dengan 21,65% nomor PHK di seluruh wilayah Indonesia.

"Tenaga kerja ter-PHK pada periode ini paling banyak terdapat di Provinsi Jawa Barat ialah sekitar 21,65 persen dari total tenaga kerja ter-PHK nan dilaporkan," jelas Kemnaker dikutip dari situs Satudata Kemnaker, Sabtu (9/5/2026).

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance