Sekolah Rakyat Siapkan Opsi Lulusan Jadi Tenaga Terampil Sesuai Minat dan Bakat

Sedang Trending 37 menit yang lalu
Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) pastikan Sekolah Rakyat siapkan opsi jalur lulusan jadi tenaga terampil lewat kurikulum training unik dan danasiwa kuliah, Minggu (6/9/2026). Foto: Kemensos RI

Kementerian Sosial menyiapkan jalur pengembangan keahlian bagi siswa Sekolah Rakyat sebagai salah satu pilihan masa depan setelah menyelesaikan pendidikan menengah atas. Jalur tersebut diarahkan untuk membekali siswa dengan keahlian kerja nan sesuai dengan minat, bakat, dan potensi masing-masing.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan perihal tersebut saat makan malam berbareng 409 siswa Sekolah Rakyat DKI Jakarta di Margaguna, Jakarta Selatan, Minggu (6/9/2026). Dalam aktivitas tersebut, Gus Ipul didampingi Pungky Sumadi, mantan Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas.

Para siswa nan mengikuti aktivitas terdiri dari 77 siswa SMA kelas 10, 148 siswa SMA kelas 11, 82 siswa SMP kelas 7, 72 siswa SMP kelas 8, dan 30 siswa SD.

Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) pastikan Sekolah Rakyat siapkan opsi jalur lulusan jadi tenaga terampil lewat kurikulum training unik dan danasiwa kuliah, Minggu (6/9/2026). Foto: Kemensos RI

Gus Ipul mengatakan, masa depan para siswa Sekolah Rakyat terbentang luas. Untuk mencapai cita-cita tersebut, siswa perlu memastikan keberlanjutan pendidikan secara berjenjang, mulai dari SD ke SMP, kemudian dari SMP ke SMA.

“Sesuai angan Pak Presiden, setiap anak sekolah rakyat nan lulus SD wajib meneruskan ke SMP. nan SMP nan jago-jago, nan pandai silakan kelak daftar ke Sekolah Garuda alias tetap meneruskan di SMA Sekolah Rakyat,” ujar Gus Ipul.

Setelah menyelesaikan pendidikan tingkat SMA, Gus Ipul menjelaskan bahwa siswa mempunyai dua pilihan untuk melanjutkan masa depan. Siswa nan mempunyai kemauan dan memenuhi persyaratan dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan support beasiswa.

Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) pastikan Sekolah Rakyat siapkan opsi jalur lulusan jadi tenaga terampil lewat kurikulum training unik dan danasiwa kuliah, Minggu (6/9/2026). Foto: Kemensos RI

Sementara bagi siswa nan memilih untuk langsung memasuki bumi kerja, Sekolah Rakyat bakal mengarahkan mereka mengikuti training keahlian sesuai minat dan potensinya.

Untuk mematangkan jalur pekerja terampil tersebut, Gus Ipul membujuk mantan Deputi Bidang Kependudukan Dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas Pungky Sumadi untuk turut membantu menyusun dan mengembangkan kurikulum keahlian bagi siswa Sekolah Rakyat.

“Kalau menjadi pekerja terampil, maka kudu mengikuti pelatihan-pelatihan sesuai dengan minat dan paketnya. Jalur inilah nan kelak bakal kita diskusikan lebih lanjut dengan Pak Pungky,” jelas Gus Ipul.

Menurut Gus Ipul, pengembangan keahlian menjadi bagian krusial dalam menyiapkan siswa agar tidak hanya mempunyai ijazah, tetapi juga kompetensi nan dapat menjadi bekal ketika memasuki bumi kerja.

Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) pastikan Sekolah Rakyat siapkan opsi jalur lulusan jadi tenaga terampil lewat kurikulum training unik dan danasiwa kuliah, Minggu (6/9/2026). Foto: Kemensos RI

Pendekatan tersebut sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk memilih masa depan berasas keahlian dan kesukaan masing-masing. Dengan demikian, siswa nan mempunyai minat pada bagian tertentu dapat memperoleh training nan lebih terarah dan relevan dengan pilihan pekerjaannya.

Harapan tersebut dirasakan langsung oleh Linggar Ardiansyah (17), salah satu siswa Sekolah Rakyat. Linggar sempat berakhir sekolah selama dua tahun. Selama tidak bersekolah, dia menjalani beragam pekerjaan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup berbareng ayahnya.

Ia pernah bekerja sebagai tukang sapu, penjaga toilet, hingga kernet angkot. Kondisi tersebut membikin kesempatan untuk kembali berguru menjadi sesuatu nan sangat berfaedah baginya.

Kini, melalui Sekolah Rakyat, Linggar kembali mendapatkan kesempatan untuk belajar sekaligus mengembangkan minat dan keterampilannya.

“Karena saya masuk IPA, saya sekarang suka matematika. Jujur, saya belajar banyak hal. Di SRMA saya dulu, saya belajar keterampilan, khususnya tata boga. Saya memang kegemaran masak,” ujar Linggar.

Bagi Linggar, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tempat untuk mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga ruang untuk mengembangkan keahlian dan menemukan potensi diri.

Selain Linggar, sejumlah siswa juga membagikan pengalaman mereka sebelum dan setelah berasosiasi dengan Sekolah Rakyat. Cerita tersebut menjadi penyemangat bagi siswa nan baru berasosiasi pada tahun aliran 2026/2027.

Dalam suasana nan berjalan hangat dan akrab, Gus Ipul menyempatkan diri duduk berbareng para siswa dan berbincang mengenai keseharian mereka. Ia mendengarkan pengalaman siswa, termasuk perubahan nan mereka rasakan setelah mendapatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat.

Suasana makan malam semakin meriah dengan penampilan band siswa nan membawakan sejumlah lagu, di antaranya “Aku Milikmu” dari Dewa 19, “Saat Kau Telah Mengerti” dari Virgoun, “Gema Adzan” dari Tegar serta "Laskar Pelangi" dari Nidji.

Pada kesempatan nan sama di hadapan para siswa, Gus Ipul juga berpesan agar mereka tetap menghormati dan menyayangi orang tua, apa pun kondisi ekonomi keluarga. Ia mengingatkan bahwa sebagian orang tua siswa mungkin bekerja sebagai buruh, pekerja bangunan, pekerja rumah tangga, alias apalagi sedang tidak mempunyai pekerjaan. Kondisi tersebut, kata Gus Ipul, tidak boleh menjadi argumen bagi anak untuk kehilangan rasa bangga dan hormat kepada orang tua.

Para siswa justru diharapkan menjadikan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat sebagai momentum untuk membangun masa depan nan lebih baik dan kelak membahagiakan orang tua.

Dengan penguatan pendidikan dan keahlian tersebut, Sekolah Rakyat diharapkan bisa melahirkan lulusan nan tidak hanya mempunyai keahlian akademik, tetapi juga keahlian nan sesuai dengan kebutuhan dan pilihan masa depan masing-masing.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan