Ilustrasi(MI/DESPIAN NURHIDAYAT)
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) merupakan penyelenggaraan dari pengarahan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan jasa pendidikan berbobot dalam rangka membangun generasi dan sumber daya manusia (SDM) Indonesia nan unggul.
“Saya menyampaikan selamat bagi anak-anak di seluruh Indonesia, khususnya pionir SNT nan ada di 17 letak di Indonesia. Kita sedang membikin langkah dan sejarah baru, dan kalian semua menjadi pionir, pelopor dan mitra kita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Kalian adalah siswa terpilih untuk mengikuti SNT ini dan selamat belajar, ikutin aktivitas dengan semangat, belajar dengan gembira, lantaran masa depan kalian dimulai dari SNT ini,” ungkapnya dalam aktivitas Pembukaan MPLS Sekolah Terintegrasi Nasional Angkatan Pertama di Bogor, Jawa Barat, Senin (10/8).
Lebih lanjut, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, mengatakan bahwa SNT mempunyai 17 kepala sekolah, 204 pembimbing alias tenaga pendidik, dan 1.360 siswa nan terdiri dari 680 siswa jenjang SMP dan 680 jenjang SMA.
Gogot menjelaskan bahwa sejauh ini, 17 SNT nan terletak di Kabupaten Bogor, Cianjur, Gowa, Bone Bolango, Kota Tidore Kepulauan, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Banyumas, Jepara, Kota Subulussalam, Kota Tarakan, Kabupaten Donggala, Bolaang Mongondow, Minahasa Utara, Kupang, Buton Tengah, Tebo, dan Tanjung Jabung Timur menggunakan akomodasi gedung nan dimiliki oleh pemerintah pusat dan daerah.
“Dari 17 SNT nan buka tahun 2026, 6 di antaranya menggunakan akomodasi UPT milik Kemendikdasmen. Selebihnya nan 11 itu menggunakan akomodasi nan disiapkan oleh pemerintah daerah. Nanti kita mulai pembangunan di tahun 2026 akhir, sehingga di tahun aliran 2027, adik-adik nan sekarang masuk di 17 SNT sudah memulai pembelajaran di pembangunan nan berikut,” jelas Gogot.
Di tempat nan sama, Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, menjelaskan bahwa peresmian SNT menjadi bagian dari sejarah pembangunan sekolah terintegrasi mulai dari ujung barat Sumatra sampai ujung pulau Papua.
“Kesempatan ini merupakan lembaran baru apalagi bagi ekosistem pendidikan Indonesia.
KSP mempunyai mandat langsung memastikan program prioritas Presiden tanpa halangan termasuk SNT. Ini intervensi strategis negara dalam menghadirkan pendidikan berbobot nan dekat dengan masyarakat hingga pelosok negeri. Kalian anak-anak unggul dan terpilih. Jadikanlah SNT menjadi tempat untuk berkembang, bermimpi dan tempat mengejar cita-cita,” tegas Dudung.
Di lain pihak, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, berambisi momentum peluncuran pertama dan angkatan pertama SNT ini dapat menjadi teladan bagi angkatan berikutnya.
“Hal terpenting adalah adab sebagai fondasi pendidikan karakter. Karena percuma pandai jika akhlaknya buruk. Inilah nan kudu kita tanamkan dalam SNT. Selamat belajar mudah-mudahan kita semua nan datang menjadi saksi sejarah di Kota Bogor dan menjadi suri teladan bagi generasi berikutnya,” ujar Himmatul Aliyah.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menekankan bahwa SNT mempunyai tugas untuk menghadirkan sekolah unggul nan merata di seluruh Indonesia.
“Kami diperintah oleh Presiden bahwa SNT kudu ada di setiap kecamatan. Tapi kemudian berubah menjadi satu di setiap kabupaten/kota. Kami berterima kasih pada para kepala wilayah nan berada di 17 letak SNT nan bekerja keras untuk membikin ini menjadi kenyataan,” ucap Pratikno.
Dalam kesempatan MPLS tersebut, Pratikno juga mengimbau agar para siswa SNT tidak ikut terlibat dalam praktik kekerasan dan dapat membawa perubahan ke dalam ekosistem pendidikan ke depannya.
“Saya tekankan tidak boleh ada kekerasan lantaran ini membawa trauma panjang. Mari kita membangun ekosistem pendidikan nan kondusif dan nyaman untuk anak,” pungkasnya. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·