Sejarah Depok: Punya 9 Presiden, Tanah Partikelir Cornelis Chastelein
Peta Depok saat tetap merupakan tanah partekelir. Foto: Thomas Bosco/kumparan
Dari petinggi VOC menjadi tuan tanah "humanis"
Lukisan Cornelis Chastelein sedang dipayungi pekerjanya. Foto: Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein.Koordinator Bidang Sejarah Yayasan Lembaga Conelis Chastelein (YLCC), Boy Loen, saat diwawancarai di instansi YLCC, Depok, Kamis (23/4). Foto: Aditya Panji/kumparanKursi dengan nama 3 marga legendari Depok. Foto: Aditya Panji/kumparan
Wasiat pembebasan budak dan lahirnya "Kaoem Depok"
Rumah presiden Depok terakhir Johannes Mathijs Jonathans nan berada di seberang jejak RS Rumah Sakit Harapan. Foto: Aditya Panji/kumparan
Dipimpin presiden
Papan nama presiden Depok terakhir. Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparanSosok Presiden Depok terakhir Johannes Mathijs Jonathans. Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparan
Asal nama Depok dan Chastelein nan menolak dikultuskan
Yahya Jonathans, cucu presiden terakhir Depok nan akhirnya gabung Indonesia pada 1952. Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparanPotret family Presiden Depok terakhir. Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparan
Akhir status tanah partikelir dan gabung Indonesia