Feby Novalius
, Jurnalis-Selasa, 17 Maret 2026 |07:00 WIB

Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Januari 2026 tetap terjaga. (Foto: Okezone.com)
JAKARTA — Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Januari 2026 tetap terjaga. Posisi ULN Indonesia tercatat sebesar USD434,7 miliar, alias secara tahunan tumbuh 1,7 persen (year-on-year/yoy). Pertumbuhan tersebut lebih rendah dibandingkan Desember 2025 nan mencapai 1,8 persen (yoy).
Perkembangan ULN pada Januari 2026 dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri untuk mendukung penyelenggaraan program dan proyek pemerintah. Selain itu, terdapat aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional, seiring tetap terjaganya kepercayaan penanammodal terhadap prospek perekonomian Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar finansial global.
Sebagai salah satu instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), ULN pemerintah dikelola secara cermat, terukur, dan akuntabel. Pemanfaatannya diarahkan untuk mendukung pembiayaan program prioritas guna menjaga keberlanjutan fiskal serta memperkuat perekonomian nasional.
Berdasarkan sektor ekonomi, penggunaan ULN pemerintah antara lain dialokasikan untuk sektor jasa kesehatan dan aktivitas sosial sebesar 22,0 persen dari total ULN pemerintah. Selanjutnya, manajemen pemerintahan, pertahanan, dan agunan sosial wajib sebesar 20,3 persen, jasa pendidikan 16,2 persen, bangunan 11,6 persen, serta transportasi dan pergudangan 8,5 persen.
Posisi ULN pemerintah tersebut didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,98 persen dari total ULN pemerintah.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·