Kecelakaan antara kereta api menabrak KRL terjadi di Stasiun Bekasi Timur. Kecelakaan diawali adanya taksi listrik nan mogok di tengah perlintasan sebidang. Taksi mogok menyebabkan perjalanan kereta terganggu hingga berhujung pada kejadian nahas ini.
Pengamat transportasi, Alvin Lie, mengatakan memang ada sederet catatan mengenai keselamatan perkeretaapian di Indonesia. Salah satu nan disorotnya mengenai perlintasan sebidang.
"Yang pertama adalah banyaknya perlintasan sebidang nan tidak ada palangnya," ujar Alvin, Selasa (28/4).
Alvin menjelaskan, perlintasan sebidang tanpa penjaga ini sama saja liar. Biasanya dibuat penduduk untuk memotong perjalanannya. Jumlah perlintasan liar ini juga tidak sedikit.
"Jumlah perlintasan sebidang nan liar ini jumlahnya ada ribuan. Dan ini menjadi tantangan tersendiri lantaran tidak ada pengamanan," ucapnya.
Selain itu, masalah juga sebenarnya terjadi pada perlintasan sebidang resmi. Dia mempersoalkan tidak adanya lama nan ditentukan saat palang perlintasan menutup.
"Ketika palang diturunkan itu berapa lama sebelum kereta lewat. Ada nan masa tunggunya itu pendek, ada nan masa tunggunya itu lama," jelas dia.
"Dan ini nan memicu pengguna jalan, terutama sepeda motor, kadang mobil juga, nan mencari celah untuk menerobos palang persimpangan itu," sambungnya.
Untuk masalah ini, Alvin menilai, perlu ada standar lama palang perlintasan kereta bakal menutup. Hal tersebut, menurutnya, bakal membikin para pengguna jalan lebih tertib.
Soal lainnya, Alvin menjelaskan, adalah buruknya kualitas jalan di perlintasan sebidang. Masalah ini sebenarnya sudah sempat dia laporkan ke Ombudsman RI. Namun, para pemangku kepentingan saling lempar tangan.
"Ini nan perlu segera diatasi lantaran perihal serupa ini saya percaya nan menyebabkan kemarin taksi itu juga bisa mogok ketika menyeberang perlintasan sebidang tersebut," tutur dia.
Terakhir, Alvin mengimbau kepada masyarakat untuk lebih disiplin ketika melalui perlintasan sebidang.
"Masyarakat kita itu ketika penyeberangan rel juga tidak disiplin. Bahkan condong lantaran tidak mau antre mengambil sisi kanan jalan nan sebetulnya itu adalah melawan arus. Jadi ketika rel dibuka justru bakal terjadi macet, lantaran eh lampau lintas dari seberangnya juga terhambat," papar dia.
"Ini juga perlu ada eh kedisiplinan di sisi masyarakat pengguna jalan. Dan juga pengawasan nan lebih ketat dari polisi lampau lintas. Harus ada hukuman nan lebih berat lagi bagi nan menyerobot mengambil sisi kanan jalan sehingga menyebabkan terjadi kemacetan pada persimpangan sebidang," lanjutnya.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·