Selain kedua provinsi tersebut, titik panas juga terdeteksi di sejumlah wilayah lain. Jambi mencatat 46 titik, Kalimantan Barat 42 titik, dan Kalimantan Timur 18 titik. Adapun Kalimantan Selatan mencatat 16 titik.
Sebaran titik panas lainnya terpantau di Sulawesi Tengah sebanyak 12 titik, Jawa Timur sembilan titik, serta Kepulauan Bangka Belitung delapan titik. Sulawesi Selatan mencatat tujuh titik, sedangkan Lampung dan Papua Selatan masing-masing lima titik. Selanjutnya, di Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, Maluku, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, masing-masing mencatat di bawah lima titik panas.
Data tersebut menunjukkan konsentrasi hotspot dalam periode pemantauan tetap berada di Sumatera bagian selatan dan Kalimantan. Meski demikian, penemuan satelit merupakan indikasi titik panas nan perlu ditindaklanjuti dengan verifikasi lapangan untuk memastikan ada tidaknya kebakaran rimba dan lahan.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·