Jakarta -
Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan harapannya kepada TNI agar tidak masuk politik praktis. SBY berambisi TNI agar tetap netral dalam kehidupan demokrasi.
Hal tersebut SBY sampaikan saat menjadi pembicara dalam aktivitas Supermentor nan diselenggarakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di area Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026). SBY awalnya menceritakan pengalamannya ketika menangani kapal berbendera RI nan disandera pada tahun 2011 saat dia menjadi Presiden.
"Saya mengambil risiko, itu bisa gagal. Kalau gagal, pekerjaan politik saya finish. Tapi saya mengalkulasikan ini kedaulatan kita kudu kita jaga, kudu kita selamatkan penduduk negara kita, kita selamatkan kapal kita. Dan itu selama sekian bulan lantaran jauh sekali dari Indonesia ke Somalia, lebih jauh dibandingkan London ke Falkland alias Malvinas. Tapi kita bisa. Saya bangga dengan TNI nan melaksanakan tugas waktu itu lantaran ahli dan menjalankan amanah konstitusi," kata SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SBY kemudian mengungkapkan harapannya agar TNI tidak masuk dalam politik praktis. Dia juga mendoakan agar TNI semakin kuat ke depannya.
"Oleh lantaran itu sebagai mantan panglima tertinggi, saya mendoakan agar TNI kita ke depan makin berjaya, makin kuat untuk negara kita. Sebagai mantan pelaku reformasi ABRI, tetaplah pada tugas pokok sesuai dengan konstitusi. Jangan masuk dalam politik praktis. Tetaplah netral dalam kehidupan demokrasi, netral dalam pemilu agar menjadi adil," katanya.
SBY menegaskan jika TNI, Polri, hingga Badan Intelijen Negara (BIN) adalah milik rakyat. Rakyat, kata SBY, bakal bangga pada TNI nan dahsyat dan juga alim pada demokrasi.
"Ingat, TNI, Polri, Badan Intelijen Negara itu milik rakyat, milik kita semua. Kita bakal bangga TNI-nya hebat, jago, tapi juga alim pada kerakyatan dan the rule of law," katanya.
Turut datang dalam aktivitas tersebut Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno. Selain itu, turut datang pula sejumlah menteri, wakil menteri hingga gubernur ialah Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, Wamendiktisaintek Stella Christie, serta Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah.
(aik/aik)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·