Jalen Brunson(Dok Istimewa)
LANGKAH New York Knicks menuju babak Final NBA untuk pertama kalinya sejak 1999 sekarang sudah di depan mata.
Kepastian itu didapat setelah Knicks menumbangkan Cleveland Cavaliers dengan skor 121-108 pada laga hari Minggu (24/5), sekaligus memperpanjang rekor kemenangan beruntun mereka di babak playoff menjadi 10 pertandingan.
Jalen Brunson menjadi bintang lapangan dengan mencetak 30 poin tertinggi dalam laga tersebut. Kontribusi besar juga diberikan oleh O.G. Anunoby nan mengemas 21 poin, serta Mikal Bridges nan menyumbang 22 poin dengan kecermatan tembakan 11 dari 15. Kemenangan ini pun sukses menyudutkan Cavaliers di ujung tanduk eliminasi.
"Saya kehabisan kata-kata. Saya pikir kami berjuang, itu nan paling penting," kata Brunson dikutip dari AFP.
Dengan hasil itu, Knicks memegang kendali penuh dengan kelebihan 3-0 dalam seri final Wilayah Timur nan menggunakan format best-of-seven.
Mereka berkesempatan besar menyapu bersih kemenangan pada gim keempat nan bakal digelar hari Senin mendatang di Cleveland.
Sepanjang sejarah NBA, belum pernah ada satu pun tim nan bisa bangkit dan membalikkan keadaan setelah tertinggal 0-3 di babak playoff.
"Seri ini belum berakhir. Kami kudu tetap menginjak leher mereka dan terus berupaya memenangi pertandingan," ujar Anunoby.
Menanggapi situasi ini, Brunson mengingatkan rekan-rekannya untuk tetap menjaga konsentrasi dan tidak jemawa.
"Cukup konsentrasi pada satu penguasaan bola demi satu penguasaan bola. Cara kami menjaga pola pikir tersebut dalam beberapa minggu terakhir kudu terus dipertahankan, alias apalagi kudu lebih baik lagi," tutur Brunson.
Knicks terakhir kali mencicipi ketatnya persaingan Final NBA pada 27 tahun silam saat mereka kudu mengakui kelebihan San Antonio Spurs. Sementara itu, gelar juara NBA terakhir kali mereka renggut pada tahun 1973.
Dalam laga ini, Karl-Anthony Towns turut menyumbang 13 poin, delapan rebound, tujuh assist, dan tiga steal.
Josh Hart juga tampil solid dengan torehan 12 poin, sembilan rebound, lima assist, dan empat steal untuk memastikan Knicks belum terkalahkan selama satu bulan terakhir.
"Pola pikir kami tidak berubah. Kami mencoba untuk menjadi lebih baik setiap hari. Kami mencoba belajar dari kemenangan," ucap Brunson.
"Ada banyak perihal nan bisa kami tingkatkan. Ada banyak perihal nan bisa kami kendalikan, banyak kesalahan mental nan perlu kami benahi, tetapi kami selalu mencari langkah untuk mencoba menjadi lebih baik," sambungnya.
Di kubu tuan rumah, Evan Mobley memimpin perolehan nomor Cleveland dengan 24 poin, disusul Donovan Mitchell dengan 23 poin, dan James Harden nan mencetak 19 poin.
Cavaliers, nan sempat menyia-nyiakan kelebihan 22 poin pada gim pembuka seri ini, sama sekali tidak diberi kesempatan untuk memimpin jalannya laga kali ini. Knicks langsung memegang kendali permainan sejak awal dan mendominasi jalannya pertandingan.
"Saya rasa Anda bisa mengatakan momentum itu terbawa (dari gim pertama). Kami mencoba bermain dengan langkah nan betul di setiap pertandingan, tetapi mungkin momentum itu memang sedikit terbawa," kata Anunoby.
Knicks memulai kuarter pertama dengan sangat impresif melalui kecermatan tembakan 10 dari 13 untuk memimpin 29-19 saat laga baru melangkah 8 menit 29 detik.
Towns menyumbang 11 poin dalam laju tersebut untuk membawa timnya unggul 37-27 di akhir kuarter pertama.
Cleveland sempat memangkas jarak poin menjadi 60-54 saat turun minum. Namun, petaka menghampiri tuan rumah di awal kuarter ketiga ketika mereka melakukan enam kali turnover hanya dalam enam menit pertama.
Knicks pun memimpin 91-82 memasuki kuarter keempat dan memperlebar jarak menjadi 110-93 di menit-menit akhir pertandingan, sebelum akhirnya mengunci kemenangan tandang kelima mereka secara beruntun.
"Ini hanya tentang menjalankan rencana permainan di kedua sisi lapangan, bermain dengan langkah nan benar, mengalirkan bola, lampau melakukan pemberhentian dalam bertahan," ujar Anunoby membeberkan rahasia sukses New York Knicks. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·