Jakarta -
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna mempercepat pembangunan kediaman tetap (huntap) di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Melalui koordinasi ini, pembangunan rumah bagi penyintas tidak hanya selesai sesuai target, tetapi juga aman, layak huni, dan memadai.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan percepatan pembangunan huntap kudu dikawal secara detail, mulai dari kesiapan lahan, pembangunan prasarana pendukung, hingga penyelenggaraan di lapangan.
Menurutnya, besarnya support anggaran nan telah dialokasikan pemerintah kudu bisa diwujudkan menjadi kediaman nan betul-betul dapat ditempati oleh masyarakat terdampak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk Kementerian PKP anggaran mereka sudah turun lebih dari Rp2 triliun. Jangan sampai tidak terserap dan rumah komunal tidak terbangun semua sesuai sasaran lantaran tinggal lima bulan lagi sebelum akhir tahun. Pembangunan rumah kompleks jauh lebih susah lantaran perlu tanah, saluran air, listrik, dan akses jalan masuk. Itu kudu dibicarakan secara perincian dan dicek langsung di lapangan," kata Tito dalam keterangannya, Sabtu (11/7/2026).
Satgas PRR juga menggelar sinkronisasi berbareng Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Badan Pusat Statistik.
Ketua Tim Data Posko Nasional Satgas PRR, Kolonel Inf Tamimi Hendra Kesuma mengatakan sinkronisasi dilakukan terhadap info pembangunan, penerima bantuan, hingga pembagian tanggung jawab pelaksanaan. Dengan begitu, tidak terjadi tumpang tindih penggunaan anggaran dari pemerintah pusat, pemerintah wilayah maupun sumber pendanaan lainnya.
Sementara itu, Ketua Perencanaan dan Pengendalian Posko Nasional Satgas PRR Pascabencana Sumatera Brigjen TNI Andre Julian mengatakan penyatuan info menjadi fondasi utama agar pembangunan Huntap betul-betul tepat sasaran.
"Data-data nan kita sinkronkan adalah data-data pembangunan Huntap. Hal ini perlu dilaksanakan lantaran kita bakal membangun Huntap menggunakan anggaran dari pemerintah. Kemudian ada juga anggaran dari pemerintah wilayah maupun CSR," kata Andre.
Berdasarkan hasil tinjauan APIP BNPB, terdapat sasaran pembangunan 14.897 unit Huntap insitu dan relokasi berdikari di tiga provinsi, dengan 413 unit sedang dalam proses pembangunan dan 93 unit telah selesai.
Di sisi lain, tetap terdapat 12.138 unit usulan stimulan rumah rusak nan sedang diproses di beragam daerah, sehingga perkiraan kebutuhan keseluruhan pembangunan Huntap mencapai sekitar 27.035 unit.
Data tersebut menjadi dasar dalam pembagian peran antara BNPB dan Kementerian PKP agar seluruh kebutuhan kediaman dapat ditangani secara bertahap.
Sementara itu, Kementerian PKP telah menyiapkan rencana tindakan pembangunan huntap relokasi terpusat sebanyak 25.606 unit hingga 2027. Untuk tahun 2026, ditargetkan pembangunan 7.952 unit dengan support anggaran lebih dari Rp2,33 triliun.
Pembangunan tersebut tidak hanya mencakup rumah jenis 36, tetapi juga prasarana, sarana, dan utilitas umum berupa jalan lingkungan, drainase, jaringan air bersih, sanitasi, penerangan jalan, balai warga, rumah ibadah hingga ruang terbuka hijau sehingga area permukiman dapat langsung berfaedah secara optimal.
Selain kesiapan pendanaan dan kreasi pembangunan, Satgas PRR juga memastikan setiap letak Huntap memenuhi aspek keamanan. Salah satu perhatian diberikan pada beberapa letak di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, nan tetap memerlukan verifikasi lanjutan terhadap kondisi geologi.
Langkah tersebut dilakukan agar rumah nan dibangun betul-betul berada di area nan kondusif dan dapat dihuni dalam jangka panjang, sehingga proses rehabilitasi tidak menimbulkan akibat baru bagi masyarakat.
Di sisi lain, proses verifikasi dan pengesahan info penerima support juga terus berjalan. Hingga akhir Juni 2026, BPS telah menyelesaikan verifikasi dan pengesahan info Tahap 10 nan menjadi dasar penetapan penerima support berasas skema by name by address (BNBA).
(anl/ega)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·