Satgas PRR Gelontorkan Rp 537,22 M buat Renovasi Rumah Penyintas Bencana

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus menyalurkan support perbaikan rumah kepada penyintas bencana. Termasuk nan tempat tinggalnya mengalami kerusakan akibat musibah hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian, mengatakan support perbaikan rumah diberikan langsung kepada pemilik rumah sebagai biaya stimulan agar masyarakat dapat segera memperbaiki rumah mereka secara mandiri. Besaran support nan diberikan senilai Rp 15 juta untuk rumah rusak ringan dan Rp 30 juta untuk rumah rusak sedang.

Selain itu, untuk membantu kembali menata kehidupan penyintas bencana, pemerintah juga memberi support berupa duit isi kediaman senilai Rp 3 juta dan juga stimulan ekonomi senilai Rp 5 juta. Bantuan lain berupa agunan hidup (jadup) juga terus digelontorkan pemerintah untuk menjamin kebutuhan dasar harian penyintas bencana, senilai Rp 450 ribu per orang per bulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau (rumah rusak) nan ringan, itu dibantu Rp 15 juta, ditambah dengan hal-hal lain dari (Kemensos) nan totalnya nyaris Rp 8 juta lebih. Rumah rusak sedang dibantu Rp30 juta oleh BNPB dan kemudian dibantu oleh Kemensos juga Rp 8 juta lebih," kata Tito dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).

Hal itu dia katakan usai Rapat Koordinasi Pendataan Hunian Tetap di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Rabu (15/4).

Berdasarkan info Satgas PRR hingga 17 April 2026, tercatat support perbaikan rumah untuk kategori rumah rusak ringan dan rusak sedang di tiga provinsi telah tersalurkan signifikan. Adapun rinciannya, di Aceh support perbaikan rumah telah menjangkau 12.856 unit rumah rusak ringan dan 9.347 unit rumah rusak sedang dengan total nilai support Rp 473,25 miliar.

Sementara di Sumut, support telah disalurkan kepada 2.232 rumah rusak ringan dan 1.228 rumah rusak sedang dengan total nilai support Rp 40,56 miliar. Adapun di Sumbar support telah diberikan kepada 811 unit rumah rusak ringan dan 375 rumah rusak sedang dengan total nilai Rp 23,415 miliar.

Total, Rp537,22 miliar telah tersalurkan untuk stimulan perbaikan sebanyak 26.849 unit rumah, melanjutkan penyaluran berjenjang nan pada Maret 2026 mencapai Rp 528,76 miliar untuk 25.076 unit rumah.

Selain itu, capaian percepatan penyaluran support perbaikan rumah ini dilakukan secara paralel dengan pembangunan kediaman tetap (huntap) dan kediaman sementara (huntara), untuk menjamin kediaman layak bagi penyintas musibah nan rumahnya rusak berat alias hilang.

Data Satgas PRR per 17 April 2026, mencatat kebutuhan huntap di tiga provinsi terdampak diproyeksikan mencapai 39.021 unit. Sebanyak 241 unit huntap telah rampung dibangun dan 1.243 unit lainnya dalam proses pembangunan.

Rinciannya, di Aceh telah selesai dibangun 104 unit huntap dari total 28.876 unit, dengan 395 unit dalam proses pembangunan. Di Sumatera Utara, sebanyak 120 unit telah selesai dibangun dari total 7.321 unit, dengan 407 unit dalam proses pembangunan. Adapun di Sumatera Barat, 17 unit telah rampung dari total 2.824 unit, dengan 441 unit tetap dalam proses pembangunan.

Sementara, total huntara nan telah rampung dibangun berasas info Satgas PRR per 16 April 2026, telah mencapai 19.028 unit dari sasaran 20.495 unit alias setara dengan progres 92 persen.

(anl/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News