Jakarta -
Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera melalui Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Khusus mendampingi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memverifikasi calon letak pembangunan instalasi Air Siap Minum (Arsinum) di Desa Keude Bungkaih, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, hari ini. Verifikasi ini dilakukan untuk memastikan kesiapan letak dan kebutuhan pendukung sebelum rencana pembangunan ditindaklanjuti.
Dalam koordinasi nan berjalan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Utara, Peneliti Ahli Muda BRIN Iif Miftahul Ihsan menjelaskan bahwa Arsinum nan direncanakan untuk Aceh Utara merupakan jenis stasioner dengan kapabilitas pengolahan air hingga 10.000 liter per hari. Sebelum diterapkan, sejumlah aspek perlu dipastikan, mulai dari status dan kesiapan lahan, kesiapan serta kualitas sumber air, hingga kebutuhan fondasi dan pasokan listrik.
Miftahul menyampaikan bahwa kepastian legalitas lahan menjadi perhatian krusial agar akomodasi nan direncanakan dapat dimanfaatkan tanpa hambatan di kemudian hari. Kebutuhan teknis lainnya juga perlu dikoordinasikan, termasuk penyediaan daya listrik nan diperkirakan mencapai 15 kilowatt.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan memang itu tujuan kami ke sini itu dan kelak teman-teman juga ke wilayah lain adalah untuk verifikasi lokasi. Apakah memang letak tersebut dalam tanda petik layak untuk memperoleh Arsinum ini," ujar Miftahul dalam keterangan tertulis, Rabu (14/10/2026).
Sementara itu, Wakil Ketua Koordinator Wilayah (Wakakorwil) Aceh I Satgas PRR Uus Rohimat menekankan agar rencana pembangunan Arsinum tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas, tetapi juga memastikan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat luas. Karena itu, kebutuhan calon penerima faedah dan kesiapan pengelolaan perlu diperhatikan sejak tahap persiapan.
Selain kesiapan teknis, keberlanjutan operasional juga menjadi bagian krusial nan perlu direncanakan pemerintah wilayah (pemda). Hal ini mencakup penyiapan operator, kelembagaan pengelola, serta support pembiayaan untuk operasional dan pemeliharaan.
"Hasil verifikasi bakal menjadi bahan untuk menilai kepantasan letak dan menentukan tindak lanjut. Melalui koordinasi antara BRIN, Satgas PRR, dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, rencana pembangunan Arsinum diharapkan dapat dipersiapkan secara matang sehingga bisa mendukung kebutuhan air minum masyarakat secara berkelanjutan," tutupnya.
Tonton juga video "Targetkan Tenda Pengungsi Kosong, Kasatgas PRR Kebut Huntara Aceh & Sumut"
(akd/ega)
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·