ilustrasi(Sarinah)
Sarinah mendorong upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas melalui penguatan kapabilitas upaya dan ekspansi akses pasar dalam ekosistem pariwisata Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui program InJourney UMKM by Sarinah Pandu nan menggabungkan pembinaan UMKM dengan akses ke ekosistem retail, bandara, destinasi wisata, hingga hotel.
Komisaris Utama InJourney Iwan Setyawan mengatakan, UMKM mempunyai peran krusial dalam memperkuat rantai nilai pariwisata Indonesia. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan peningkatan kapasitas, kualitas produk, serta akses terhadap pasar nan lebih luas.
“UMKM bukan hanya bagian dari perekonomian, tetapi juga bagian krusial dari ekosistem pariwisata Indonesia,” ujar Iwan.
Menurutnya, InJourney UMKM by Sarinah Pandu diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang bagi UMKM untuk berkembang, meningkatkan daya saing, serta menjadi bagian dari rantai nilai pariwisata.
“Melalui program ini, kami mau membuka lebih banyak ruang bagi UMKM untuk berkembang berbareng ekosistem InJourney,” katanya.
Direktur SDM dan Digital InJourney Herdy Harman menambahkan, penguatan UMKM merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pariwisata nan memberikan faedah lebih luas dan berkelanjutan.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi sekaligus bagian dari masa depan bangsa,” kata Herdy.
Karena itu, program tersebut tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga pembinaan secara berkelanjutan. UMKM didorong untuk meningkatkan kapasitas, membangun jejaring, memahami kebutuhan pasar, serta menciptakan kesempatan upaya nan lebih besar.
“Kami membangun proses pembinaan nan berkelanjutan, bukan sekadar program pelatihan,” ujarnya.
InJourney UMKM by Sarinah Pandu diikuti oleh 81 UMKM. Para peserta mendapatkan rangkaian pembinaan mulai dari capacity building, kurasi, hingga kesempatan mengikuti pameran dan melakukan uji pasar. Rangkaian program dimulai dengan proses kurasi UMKM pada 8-9 Juli 2026. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Training of Trainers (ToT) bagi 25 talent pool trainer Sarinah pada 13–17 Juli 2026.
Dalam program tersebut, Sarinah juga mengembangkan 10 modul pembelajaran nan disusun berasas kerangka pembelajaran nan telah dimiliki, kebutuhan peningkatan kapabilitas UMKM, serta kebutuhan pasar.
Selanjutnya, para peserta mengikuti capacity building pada 8-11 Agustus 2026 di Sarinah Thamrin. Rangkaian aktivitas dilanjutkan dengan Expo InJourney UMKM by Sarinah PANDU pada 12-14 Agustus 2026 di Area Pusaka, Sarinah. Expo tersebut menjadi ruang bagi UMKM untuk menampilkan produk sekaligus memperoleh pengalaman uji pasar dan membangun jejaring bisnis. Setelah itu, sebanyak sembilan UMKM kembali terpilih untuk mengikuti Festiloka by BRImo pada 16–17 Agustus 2026.
Direktur Utama PT Sarinah (Persero) Raisha Syarfuan mengatakan kerjasama tersebut menjadi langkah untuk memperluas pengalaman Sarinah dalam pembinaan UMKM melalui Sarinah Pandu
“Melalui Sarinah Pandu, kami telah membangun pengalaman dalam pembinaan UMKM, termasuk pengembangan silabus, modul, dan trainer,” ujar Raisha.
Bagi pihaknya penguatan kapabilitas pelaku upaya merupakan bagian dari perannya sebagai retail-based cultural experience center. Melalui kerjasama tersebut, 81 UMKM diharapkan dapat terus berkembang dan terhubung dengan ekosistem pariwisata Indonesia maupun pasar nan lebih luas. InJourney UMKM by Sarinah Pandu diharapkan menjadi platform nan mempertemukan pembinaan, kurasi, dan akses pasar. (E-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·