Fahmi Firdaus
, Jurnalis-Selasa, 23 Juni 2026 |15:41 WIB

Huntara di Sumatera/ist
JAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berbareng Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh Tengah melakukan penyedotan limbah tinja di dua letak kediaman sementara (huntara) penduduk nan terdampak musibah di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh.
Ketua Posko Wilayah Percepatan Rehab-Rekon (PRR) Aceh Safrizal ZA, mengatakan, tindakan tanggap darurat nan dilakukan kurang dari 24 jam sejak adanya laporan ini menyasar Huntara penduduk Kampung Burlah di Pondok Balik dan Huntara Warga Kampung Bintang Pepara di Jalan Tengah, Kecamatan Ketol.
‘’Pemerintah wilayah memang kudu datang secara aktif dan tanggap dalam membantu masyarakat nan terdampak bencana,’’ujar Safrizal ZA, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, langkah sigap nan dilakukan BPBD dan DLHK Aceh Tengah menunjukkan komitmen pemerintah wilayah dalam merespons kebutuhan mendesak warga.
“Sudah semestinya di masa kebencanaan pemerintah wilayah kudu aktif dan tanggap membantu masyarakat,’’ujarnya.
‘’Kami sangat mengapresiasi jejeran Pemkab Aceh Tengah, khususnya BPBD dan DLHK, nan langsung menerjunkan armada sedot tinja ke letak begitu menerima laporan teknis,” lanjutnya.
Safrizal ZA meminta seluruh Tenaga Ahli Satgas PRR di beragam wilayah untuk senantiasa membangun komunikasi aktif dan sinergis dengan pemerintah wilayah setempat.
“Keberadaan tenaga mahir di lapangan menjadi aspek krusial sebagai penyambung lidah masyarakat dan penggerak lembaga teknis. Terus jalin koordinasi agar setiap persoalan di lapangan sigap terdeteksi, dan pemulihan bentuk serta ekonomi penduduk pascabencana bisa diatasi secara bersama-sama,” pungkasnya.
Aksi cepat pemda tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari rekomendasi tertulis nan dilayangkan oleh Tenaga Ahli Satgas PRR Aceh Posko Wilayah, Zam Zam Mubarak.
Dalam laporannya, Zam Zam mengungkapkan akomodasi septic tank MCK komunal di Huntara Desa Bintang Pepara telah penuh dan meluap, sehingga berisiko memicu Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·