Sanggah Data Bansos Kini Bisa 12 Menit, Ini Penjelasan Gus Ipul

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengungkapkan masyarakat sekarang dapat mengusulkan sanggahan jika merasa info penerima support sosial (bansos) tidak sesuai.

Melalui sistem perlindungan sosial nan baru, proses pengajuan sanggahan tersebut disebut dapat dilakukan dalam waktu sekitar 11-12 menit. Sanggah bisa dilakukan di kanal perlinsos.kemensos.go.id alias aplikasi Cek Bansos.

Menurut Gus Ipul, sistem ini disiapkan untuk memberi ruang bagi masyarakat nan merasa layak menerima support tetapi belum terdata, maupun masyarakat nan mau menyampaikan keberatan terhadap info sosial ekonomi nan tercatat.

Dia menjelaskan masyarakat perlu menyertakan info pendukung ketika mengusulkan sanggahan. Adapun, info nan dapat digunakan antara lain kondisi rumah dan aset nan dimiliki untuk membantu proses penilaian kondisi sosial ekonomi keluarga.

"Nggak, kita sekarang dengan sistem Perlinsos nan baru ini ada cukup 11 menit, 12 menit sudah bisa langsung disanggah. Asal data-datanya ya, disertakan dalam rangka menyanggah itu," kata Gus Ipul saat ditemui di Bappenas, Rabu (14/10/2026).

"Misalnya inilah kondisi rumah saya, ini kondisi aset-aset kami, dan seterusnya. Dilengkapi aja, insyaallah otomatis bakal langsung berubah. Karena nan menjawab sekarang mesin. Bukan lagi nan menjawab itu orang. Ya," sambungnya.

Dia menuturkan, sistem tersebut dirancang agar proses pengajuan dapat dilakukan secara lebih cepat. Bahkan, sistem disebut dapat memberikan respons secara otomatis setelah masyarakat memasukkan info nan diperlukan.

Gus Ipul mengatakan, sistem sanggahan menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki ketepatan penyaluran bansos. Pemerintah mau memastikan program perlindungan sosial merujuk pada info nan semakin akurat, mutakhir, dan digunakan berbareng oleh kementerian serta lembaga terkait.

Pembenahan Data

Pembenahan tersebut dilakukan melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, Badan Pusat Statistik (BPS), serta tim digitalisasi support sosial nan dipimpin oleh Luhut Binsar Pandjaitan.

Menurutnya, pembenahan info terus dilakukan selama dua tahun terakhir. Hasil koreksi info tersebut, menurut dia, telah menghasilkan nyaris empat juta family penerima faedah (KPM) baru.

"Di luar itu juga kita tahu banyak bansos nan tidak tepat sasaran, apalagi PKH sama support sembako nan dari Kemensos tahun 2024 itu ditengarai lebih dari 40% tidak tepat sasaran," ujar Gus Ipul dalam doorstop berbareng wartawan.

"Jadi hari ini kita tahu bahwa kita koreksi pelan-pelan, sudah ada nyaris 4 juta family penerima faedah baru dari hasil info koreksi itu," lanjutnya.

Adapun, dia menjelaskan persoalan ketepatan sasaran tidak selalu terjadi lantaran info nama dan alamat penerima keliru. Dalam sejumlah kasus, support nan diterima di lapangan justru jatuh ke tangan personil family lain, seperti anak alias cucu dari penerima nan tercatat.

Karena itu, pemerintah berupaya membangun info sosial ekonomi nan lebih mutakhir agar penyaluran support sesuai dengan kondisi masyarakat nan sebenarnya.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News
↑