Sambut Rabiulawal, Kemenag Ajak 1.781.945 Umat Berselawat untuk Negeri

Sedang Trending 21 menit yang lalu
Sambut Rabiulawal, Kemenag Ajak 1.781.945 Umat Berselawat untuk Negeri Ilustrasi(Dok Istimewa)

Menyambut Rabiulawal 1448 Hijriah, Kementerian Agama memperingati Maulid Nabi Muhammad saw. melalui rangkaian Blissful Mawlid 1448 H. Salah satu agenda utamanya adalah Gema Selawat Kebangsaan, aktivitas nasional nan membujuk masyarakat memperkuat kecintaan kepada Rasulullah saw. melalui selawat dan keteladanan, dengan sasaran keterlibatan 1.781.945 peserta dari beragam penjuru Indonesia.

Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis M. Hanafi, mengatakan Gema Selawat Kebangsaan dirancang sebagai ruang berbareng untuk menghidupkan tradisi selawat sekaligus meneladani adab Rasulullah saw. dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

“Rabiulawal adalah momentum untuk memperbanyak selawat dan memperkuat kecintaan kepada Rasulullah saw. Tetapi cinta tidak cukup berakhir pada lantunan selawat. Cinta kudu bersambung menjadi keteladanan dengan menghadirkan adab Rasulullah dalam kehidupan: kasih sayang, persaudaraan, kepedulian, dan kecintaan kepada tanah air,” ujar Muchlis di Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Menurut Muchlis, sasaran 1.781.945 peserta dipilih sebagai simbol 17 Agustus 1945, momentum kemerdekaan Indonesia. Angka tersebut sekaligus membawa pesan bahwa kecintaan kepada Rasulullah dapat menjadi daya spiritual untuk merawat persatuan dan kecintaan kepada tanah air.

“Selawat untuk negeri berfaedah menghadirkan nilai-nilai nan diajarkan Rasulullah saw. dalam merawat Indonesia. Semangat berselawat kudu mendorong kita membangun kehidupan nan damai, adil, saling menghormati, dan penuh kepedulian terhadap sesama,” ungkapnya.

Selawat kebangsaan untuk negeri juga diharapkan menjadi ikhtiar spiritual sebagai corak kepedulian terhadap masyarakat nan terdampak bencana. Di tengah gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kebakaran rimba dan lahan di Kalimantan, Gema Selawat Kebangsaan membujuk masyarakat mendoakan serta menunjukkan solidaritas kepada masyarakat nan tengah menghadapi ujian.

Salah satu rangkaian utama Gema Selawat Kebangsaan adalah pembacaan dan khataman Dalā’il al-Khayrāt, karya Imam Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli, ustadz besar Maroko abad ke-9 Hijriah. Kitab nan menghimpun selawat kepada Nabi Muhammad saw. ini telah dibaca lintas generasi di beragam wilayah bumi Islam dan menjadi bagian dari khazanah serta tradisi keagamaan umat Islam Indonesia.

Pembacaan Dalā’il al-Khayrāt bakal dilakukan secara berjenjang selama satu pekan dengan mengikuti pembagian hizib dalam kitab tersebut. Masyarakat dapat mengikutinya secara berjemaah melalui masjid, majelis taklim, pesantren, lembaga pendidikan dan organisasi keagamaan, maupun secara mandiri. Rangkaian ini diharapkan tidak berakhir pada aktivitas ritual, tetapi menjadi jalan untuk semakin mengenal, mencintai, dan meneladani Rasulullah saw.

Rangkaian Blissful Mawlid 1448 H dan Gema Selawat Kebangsaan bakal diluncurkan pada 26 Agustus 2026. Peluncuran tersebut menjadi penanda dimulainya aktivitas nasional nan melibatkan beragam unsur masyarakat untuk menyemarakkan Rabiulawal dengan selawat, kecintaan kepada Rasulullah, dan penguatan keteladanan beliau.

Muchlis menambahkan, semangat Blissful Mawlid sejalan dengan perhatian Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk menghadirkan kehidupan keagamaan nan membawa kedamaian, persaudaraan, dan kemaslahatan. Peringatan Maulid Nabi diharapkan tidak berakhir pada seremoni, tetapi menghadirkan adab Rasulullah saw. dalam hubungan antarsesama dan kehidupan kebangsaan.

“Dengan semangat ‘Selawat untuk Negeri, Teladan Nabi untuk Indonesia’, kami membujuk masyarakat menjadikan Rabiulawal bukan sekadar momentum memperingati kelahiran Rasulullah saw., tetapi juga momentum menghidupkan teladan beliau. Semoga kemandang selawat dari beragam penjuru Indonesia menjadi kemandang cinta kepada Rasulullah, cinta kepada sesama, dan cinta kepada negeri,” pungkas Muchlis. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia