Sambut MTQ Nasional XXXI, Walkot Semarang Hadirkan Side Event UMKM-Wisata

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Jakarta -

Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang turut diramaikan beragam side event nan melibatkan pelaku UMKM, seniman, komunitas, serta pengelola lokasi wisata dan budaya. Rangkaian aktivitas tersebut disiapkan untuk menyambut kafilah dan tamu dari beragam wilayah sekaligus memperkenalkan beragam potensi Kota Semarang.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, rangkaian aktivitas pendukung tersebut disiapkan agar para tamu mendapatkan pengalaman nan lebih komplit selama berada di Kota Semarang.

"Kami mau para kafilah dan tamu nan datang ke Semarang membawa pulang pengalaman tentang kota ini. Mereka bisa mengenal karya pelaku UMKM, menikmati seni dan budaya, berjamu ke destinasi wisata, sekaligus memandang gimana Kota Semarang merawat tradisinya," ujar Agustina dalam keterangan tertulis, Rabu (9/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sektor ekonomi imajinatif dan UMKM, sejumlah pameran disiapkan di Plaza Simpang Lima Semarang pada 12-18 September 2026, pukul 09.00-21.00 WIB. Kegiatan tersebut meliputi Halal Food Festival, peragaan busana muslim, Pameran IKM Disperin Kota Semarang, serta Pameran Dekranas Kota Semarang. Sebanyak 45 UMKM kuliner pilihan telah lolos kurasi untuk mengikuti aktivitas tersebut.

Kehadiran pameran menjadi kesempatan bagi pelaku upaya lokal untuk berjumpa langsung dengan masyarakat, kafilah, dan tamu dari beragam daerah. Pertemuan tersebut diharapkan dapat memperkenalkan produk Semarang sekaligus membuka jejaring pasar nan lebih luas bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

"MTQ ini mempertemukan banyak orang dari beragam wilayah dengan Kota Semarang. Kami mau pertemuan itu juga mempertemukan mereka dengan produk-produk lokal kita. Jadi nan dibawa pulang dari Kota Semarang bukan hanya kenangan tentang MTQ, tetapi juga cerita tentang kuliner, karya, dan produktivitas warganya," kata Agustina.

Kesempatan memperkenalkan kuliner lokal juga melangkah beriringan dengan pengembangan Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman dan Sehat). Saat ini Kota Semarang telah mempunyai sembilan letak Zona KHAS, sementara area kuliner Simpang Lima sedang dalam proses pembentukan Zona KHAS untuk mendukung MTQ Nasional XXXI.

Program tersebut mencakup perlindungan konsumen, peningkatan higiene dan sanitasi, percepatan sertifikasi legal UMKM, serta pengembangan style hidup sehat dan lokasi wisata ramah muslim.

Selain aktivitas ekonomi kreatif, rangkaian side event juga menghadirkan aktivitas seni dan budaya. Pameran Kaligrafi Internasional bakal menampilkan 75 karya seniman dari 50 negara serta 125 karya seniman dari 16 provinsi di Indonesia. Festival Rebana Nasional dan arena kreasi anak-anak turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.

Para kafilah juga berkesempatan menjelajahi sejumlah ikon sejarah dan budaya Semarang melalui agenda City Tour pada 15-19 September 2026. Destinasi nan dikunjungi antara lain Lawang Sewu, Sam Poo Kong, Museum Kota Lama, hingga Alun-Alun Kauman.

Nuansa unik Semarang juga datang melalui Mini Dugderan, Kirab Dugder, dan Festival Kota Lama. Beragam aktivitas tersebut memberi kesempatan bagi para tamu untuk mengenal lebih dekat tradisi, kesenian, serta suasana Kota Semarang selama penyelenggaraan MTQ Nasional.

Beragamnya agenda nan berjalan di sejumlah letak membikin masyarakat dan para tamu dapat memilih aktivitas nan mau diikuti. Informasi mengenai agenda lengkap, letak pameran, pertunjukan, serta rangkaian side event MTQ Nasional XXXI dapat diakses melalui laman resmi mtqnasionalxxxi.semarangkota.go.id.

(anl/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News