Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah kapal pesiar mewah (superyacht) nan mengenai erat dengan sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan sukses melintasi Selat Hormuz. Kapal tersebut melenggang mulus di tengah blokade ketat nan diberlakukan Iran, nan hingga sekarang tetap melarang sebagian besar kapal internasional melewati salah satu jalur pelayaran paling strategis di bumi tersebut.
Mengutip Newsweek pada Selasa, (28/04/2026), kapal pesiar berjulukan Nord tersebut terhubung dengan miliarder Alexey Mordashov nan sedang berada dalam daftar hukuman Barat. Berdasarkan info pencarian kapal, Nord berlayar dari pusat kemewahan Uni Emirat Arab, Dubai, pada hari Jumat dan tiba di ibu kota Oman, Muscat, pada Minggu pagi waktu setempat.
Keberhasilan kapal ini sangat mencolok lantaran dia merupakan satu dari sedikit kapal swasta nan bisa menavigasi Selat Hormuz sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran pada 28 Februari lalu. Sejak bentrok bermula, Teheran menakut-nakuti bakal menyerang kapal apa pun nan dianggap tidak bersahabat, sebuah langkah nan memicu gejolak luar biasa di pasar daya global.
Istilah "hak istimewa" bagi Rusia ini diduga kuat berangkaian dengan hubungan diplomatik kedua negara nan kian mesra. Iran merupakan sekutu dekat Rusia dan baru-baru ini memuji hubungan strategis nan mendalam antara kedua negara saat diplomat papan atas Teheran berjumpa dengan pemimpin Kremlin.
Di sisi lain, situasi di Selat Hormuz sebenarnya tetap sangat mencekam bagi pelayaran komersial lainnya. Meskipun Amerika Serikat telah memberlakukan blokade jawaban terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, Teheran tetap menolak melepaskan kendalinya atas selat tersebut. Setidaknya 10 orang tewas di sekitar selat dalam dua bulan terakhir dan 29 kapal telah menjadi sasaran serangan.
Kekuatan militer Iran, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), apalagi mengonfirmasi pekan lampau bahwa mereka telah menyita dua kapal kargo dan menembaki kapal ketiga. Skala gangguan ini sangat masif, dengan lebih dari 20.000 orang di atas 1.600 kapal diperkirakan tetap terdampar di sekitar selat lantaran tidak berani melintas.
Kapal pesiar Nord sendiri bukanlah kapal sembarangan. Kapal sepanjang 142 meter ini diperkirakan berbobot lebih dari US$ 500 juta (Rp 8,62 triliun). Fasilitasnya mencakup helipad pribadi dan ruang untuk 36 tamu. Meski tidak terdaftar secara resmi atas nama Mordashov, catatan perusahaan menunjukkan bahwa kapal megah ini terdaftar di bawah perusahaan Rusia milik istri Mordashov sejak tahun 2022.
Alexey Mordashov merupakan pemegang saham kebanyakan produsen baja Rusia, Severstal, dengan kekayaan bersih nan dilaporkan mencapai nyaris US$ 30 miliar (Rp 517,59 triliun) pada tahun 2022. Ia terkena hukuman oleh AS, Inggris, dan Uni Eropa lantaran hubungannya dengan Kremlin tak lama setelah invasi Rusia ke Ukraina.
Kedekatan Rusia dan Iran ini kembali ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, saat berjumpa Putin pada hari Senin. Ia menyatakan rasa terima kasihnya atas support Rusia di tengah tekanan Barat.
"Seiring hubungan kami nan terus berkembang, kami berterima kasih atas solidaritas ini dan menyambut baik support Rusia terhadap diplomasi," ujar Araghchi dalam pernyataan singkat di media sosial.
Kremlin juga menyatakan kesiapannya untuk menawarkan "layanan mediasi" dalam pembicaraan AS-Iran di masa depan. Pertemuan tersebut menimbulkan spekulasi apakah Putin, nan dikenal mempunyai hubungan pribadi dengan Presiden Donald Trump, dapat membawa Teheran dan Washington kembali ke meja perundingan untuk kesepakatan damai.
(tps/tps)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·