Saksi Ngaku Beri Duit Rp 1,3 M ke Staf Yaqut Usai Dapat Tambahan Kuota Haji

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Jakarta -

Staf operasional biro travel Pesona Mozaik, Nur Faidzin namalain Nanang, mengaku pernah memberikan duit USD 75 ribu ke terdakwa kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan tahun 2023-2024, Ishfah Abidal Azis namalain Gus Alex. Jika dikonversi dengan kurs saat ini (kurs 17.660), maka nilainya menjadi Rp 1.324.500.000 (1,3 miliar).

Hal itu disampaikan Nanang saat menjadi saksi kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan tahun 2023-2024 di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (3/9/2026). Duduk sebagai terdakwa dalam sidang ini ialah:

1. Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas
2. Mantan staf unik Yaqut berjulukan Ishfah Abidal Azis namalain Gus Alex
3. Ketum Asosiasi Kesthuri Asrul Azis Taba
4. Direktur Operasional PT Makassar Toraja (Maktour) Ismail Adham.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nanang mengatakan penyerahan itu bermulai saat berjumpa dengan Gus Alex untuk meminta info mengenai gimana langkah mendapatkan kuota haji tambahan. Dia mengatakan Gus Alex saat itu memberikan nomor Rizky Fisa Abadi selaku mantan Kasubdit Perizinan, Akreditasi, dan Bina Penyelenggaraan Haji Khusus di Kementerian Agama (Kemenag).

"Saya sebetulnya tidak mahir dalam perihal perhajian Pak, lantaran bagian saya waktu itu mengurusin perbankan di kantor. Kita paham, kita tahu ada buletin tentang tambahan kuota, kuota haji khusus. Lha setelah itu saya dikenalkan oleh kawan nan sesama ya kebetulan ini sama-sama alumni Jogja lah ceritanya ini. Saya dikenalkan ke Gus Alex," kata Nanang.

"Selesai intinya saya datang itu kayak apa sih sebetulnya petanya untuk mengusulkan bisa dapat kuota tambahan gitu. Karena saya tidak kenal pejabat, saya tidak tahu birokrasinya dan lain sebagainya. Sudah tidak ada pembahasan lagi, suatu ketika saya ngehubungin Gus Alex lagi. Ya dengan bahasa Jawa nih, tapi jika Indonesianya kurang lebih tidak mengarahkan apa-apa selain hanya memberikan nomor handphone Kasubdit, namanya Pak Rizky," lanjutnya.

Nanang mengaku mengenal Gus Alex lantaran dikenalkan temannya nan juga alumni Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Nanang langsung menghubungi dan berjumpa dengan Rizky sesuai ucapan Gus Alex.

"Ya 'Niki Mas, ini mas dihubungi saja'. Udah hanya itu saja nan disampaikan ke saya. Artinya kan saya ya lantaran saya juga nggak tahu struktur organisasi Kemenag dan sebagainya, saya telepon akhirnya ketemulah Pak dengan Pak Rizky," ujar Nanang.

Nanang mengatakan pertemuan dengan Rizky membahas gimana langkah mendapatkan kuota haji tambahan. Dia mengatakan Kemenag mengeluarkan Surat Edaran (SE) mengenai siapa Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) nan mau mengusulkan nama untuk kuota tambahan.

"Ya ngobrol bahwa ada gini apa namanya gimana sih caranya bisa dapat kuota tambahan gitu. Saya lupa pengarahan Pak Rizky tapi setelah saya pulang dua, tiga hari, rupanya Kemenag itu ada surat info ke semua PIHK siapa nan mau mengisi, mengusulkan nama untuk kuota tambahan, ajuin," kata Nanang.

"Udah bukan di bagian saya Pak di kantor, itu udah teknis semuanya. Udah mulai jika nggak salah itu by email lah. Dari keadaan itu ada nan pengajuan itu ada nan lulus, ada nan nggak lulus," lanjutnya.

Nanang mengatakan pihaknya baru mengetahui bahwa lolos pengajuan info tersebut hanya 2 hari sebelum pemberangkatan haji. Dia mengaku persiapan saat itu agak pontang panting lantaran mepet waktu.

"Dan minta maaf hasil dari kelulusan itu juga jika tidak salah lantaran semua lagi panik saya tetap ingat dua hari sebelum berangkat itu keluar Pak, bahwa kita ini lulus gitu. Sudah ya minta maaf agak potang-panting lah secara persiapan. Udah berangkat lah gitu. Berarti kan langsung ke haji. Haji terus pulang. Dari itu kita ini berpikir saya, saya pribadi berpikir ini ditolongin ya kan saya nggak tahu bahwa rupanya ada surat info itu kan," tutur Nanang.

Nanang mengaku menyerahkan duit ke Gus Alex dicampur dengan makanan. Dia mengatakan pemberian duit itu sebagai ucapan terima kasih lantaran mendapat kuota haji tanbahan.

"Ini ditolongin apa murni ini, di jiwa kita, setelah pulang. Tapi untuk tidak menghilangkan apa gitu anggaplah saya dan manajemen sampaikan, 'ya udah sampaikan aja terima kasih' gitu. Akhirnya saya serahkan ke, waktu saya nyerahkan juga lantaran kita tidak cerita apa pun duit itu saya masuk-masukkan di dalam makanan artinya saya, saya tidak ngomong bahwa 'Meniko Gus ini uang' nggih, mboten, tidak. Ya pokoknya saya bawa saya taruh dan itu ada kombinasi bercampur dengan makanan Pak. Terus setelah itu saya pulang sudah," ujar Nanang.

Nanang mengakui Pesona Mozaik mendapat jatah kuota tambahan haji unik tahun 2023 sebanyak 104 kuota. Dia mengatakan duit USD 75 ribu diberikan ke Gus Alex dalam 2 kali penyerahan.

"Ini kan di info kami kerabat merinci nomor satu nomor porsi Dedi Uyo sampai dengan nomor 104 atas nama Muhammad Khaisan Ilyas?" tanya jaksa.

"Oke baik Pak iya," jawab Nanang.

Nanang mengakui penyerahan pertama sebanyak USD 40 ribu dilakukan pada bulan April 2023 ialah sebelum penyelenggaraan ibadah haji. Kemudian, penyerahan kedua sebanyak USD 35 ribu dilakukan pada Juli 2024 ialah setelah penyelenggaraan ibadah haji.

Nanang mengatakan penyerahan dilakukan di wilayah Sawangan, Depok, kediaman Gus Alex. Dengan demikian total duit nan diberikan Nanang kepada Gus Alex sebesar USD 75 ribu.

"Berarti kami catat 75 (ribu) totalnya ya. Tadi ketika saya tanyakan katanya 40 nggak sebanyak itu katanya. Berarti ini nan kami catat," ujar ketua majelis pengadil Ni Kadek Susantiani.

"Iya," jawab Nanang.

Sebelumnya, eks Menag Yaqut Cholil Qoumas didakwa merugikan finansial negara sebesar Rp 622.090.207.166,41 (622 miliar) dalam kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan tahun 2023-2024. Jaksa mengatakan perbuatan ini dilakukan Yaqut bersama-sama Ketum Asosiasi Kesthuri Asrul Azis Taba, mantan staf unik Yaqut berjulukan Ishfah Abidal Azis namalain Gus Alex, dan Direktur Operasional PT Makassar Toraja (Maktour) Ismail Adham.

(ygs/ygs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News