Sahroni Soroti Taksi Listrik soal KA vs KRL di Bekasi: Jika Salah, Hukum-Sanksi

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/7/2024). Foto: Haya Syahira/kumparan

Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, menyorot taksi Green SM nan disebut sebagai 'biang kerok' dari kecelakaan tabrakan anatara Kereta Api Argo Bromo dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam nan menyebabkan 16 orang meninggal dunia.

Sahroni mendesak kepolisian dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mendalami dugaan kelalaian taksi Green SM dalam kejadian ini.

“Saya minta polisi bekerja sama dengan KNKT untuk selidiki betul keterlibatan taksi Green SM nan diduga menjadi salah satu pemicu tabrakan maut ini. Perlu diperiksa betul apakah pengemudi memang sengaja melewati rel setelah tahu bahwa bakal ada kereta melintas, lantaran harusnya dia juga mengerti bahwa mobil listrik itu kan jika berjumpa sinyal rel bisa langsung berhenti. Ini ancaman sekali," ucap Sahroni kepada wartawan, Selasa (28/4).

"Kalau memang ada unsur kesengajaan, tak hanya sopirnya nan kudu dihukum berat, tapi perusahaannya juga kudu disanksi,” tambahnya.

Kondisi taksi online nan terlibat kecelakaan dengan KRL Commuterline di Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). Foto: Sena Pratama/kumparan

Bendahara Umum NasDem ini menyebut, Indonesia merupakan negara nan terbuka terhadap investasi. Namun bukan berfaedah upaya nan dijalankan dibiarkan melangkah tanpa SOP nan ketat dan jadi meresahkan masyarakat.

“Karena perlu dicatat, negara kita sangat terbuka untuk investasi dari luar alias pebisnis mau cari duit di sini. Tapi kudu betul-betul baik barangnya dan membawa faedah nan besar bagi masyarakat," ujarnya.

"Sedangkan ini, track record taksi listrik tersebut jika kita lihat di sosial media memang sering ugal-ugalan dan meresahkan, sudah banyak laporannya dari masyarakat,” tambah Sahroni.

video from internal kumparan

Sahroni mengingatkan tindakan ugal armada Green SM sempat menyebabkan kecelakaan kereta api di wilayah Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Desember 2025. Ia meminta adanya evaluasi.

“Bahkan sebelumnya, taksi nan sama juga pernah ditabrak kereta di Sawah Besar lantaran diduga menerobos palang. Artinya ada pola dan kelalaian sistemik nan kudu dievaluasi, apalagi ya tadi, bisa saja dijatuhi sanksi,” tutup Sahroni.

Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline usai berbenturan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Sebelumnya kecelakaan itu terjadi lantaran ada taksi Green SM nan mogok di tengah rel, di perlintasan sebidang Jalan Ampera sebelum Stasiun Bekasi Timur. Taksi itu tertabrak KRL Commuter Line nan mau mengarah ke Jakarta dari arah Tambun.

Dari arah berlawanan, KRL Commuter Line dari Stasiun Bekasi Timur tertahan lantaran adanya kecelakaan itu. KRL ini lah nan ditabrak oleh KA Argo Bromo dari belakang saat sedang berhenti.

kumparan post embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan