Minggu pagi di Jakarta tidak hanya diisi deru kendaraan nan berubah menjadi langkah kaki dan kayuhan sepeda. Di tengah ramainya aktivitas penduduk saat car free day (CFD), bunga-bunga nan bermekaran di ruang terbuka ikut mencuri perhatian.
Warna-warni kembang menjadi pemandangan nan berbeda di tengah lanskap kota. Sejumlah penduduk berakhir sejenak, menikmati suasana di sekitar Bundaran HI. Mereka menjadikan bunga-bunga itu latar untuk mengabadikan momen.
Satria, 18 tahun, termasuk salah satunya. Bersama Hida, 20 tahun, dia memilih menghabiskan waktu di area tersebut saat CFD. Bagi Satria, keberadaan kembang membikin pemandangan kota terasa lebih menarik.
“Karena pemandangannya indah, luas, terus lezat dipandang,” kata Satria saat ditemui di lokasi, Minggu (30/8).
Ia mengaku tertarik menjadikan taman dan area nan mempunyai kembang sebagai latar foto. Menurutnya, suasana seperti itu membikin sebuah tempat lebih lezat dilihat.
“Background-nya seperti ini kayak di taman-taman, kayak ada kembang terus ada pohon-pohon nan bagus,” ujarnya.
Bagi Satria, kembang tidak sekadar menjadi penghias ruang kota. Keberadaannya juga menciptakan daya tarik tersendiri bagi penduduk nan datang untuk berolahraga, berjalan-jalan, alias sekadar menikmati suasana Minggu pagi.
Karena itu, dia berambisi ruang-ruang dengan bunga-bunga bermekaran bisa diperbanyak. Ia apalagi menyebut penambahan taman maupun spot kembang dapat menjadi salah satu masukan untuk pemerintah.
“Berarti ya mungkin jadi masukan buat pemerintah bisa nambah taman baru apa nambah spot-spot kembang kayak gini,” katanya.
Hida turut menambahkan. Menurut dia, penambahan kembang di ruang kota juga menarik dilakukan setelah memasuki masa peralihan musim.
“Ini nambahin, nambah-nambah kembang sini apalagi kan lenyap musim apa sih, pancaroba,” kata Hida.
Bagi keduanya, semakin banyak ruang hijau dengan bunga, semakin banyak pula tempat nan dapat dinikmati warga. Satria menilai keberadaan kembang membikin pemandangan kota terasa lebih segar dan indah.
“Dibanyakin lagi tempatnya seperti inilah mas, kayak bunga-bunga begini,” ujarnya.
Jakarta seolah mempunyai “musim semi”-nya sendiri. Bukan lantaran perubahan musim seperti di negara empat musim, melainkan lantaran bunga-bunga nan datang di tengah ruang kota dan menjadi bagian dari aktivitas warga.
Di antara penduduk nan berlari kecil, melangkah santai, dan menikmati CFD, kembang menghadirkan argumen sederhana untuk berhenti. Mengambil foto, menikmati pemandangan, alias sekadar memandang suasana kota dari sisi nan berbeda.
Bagi Satria dan Hida, semakin banyak ruang semacam itu bakal membikin Jakarta mempunyai lebih banyak tempat untuk dinikmati warganya.
57 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·