Presiden Prabowo Subianto kembali berjumpa Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam pertemuan nan kelima kalinya itu, kedua kepala negara ini saling melempar pujian satu sama lain.
Pertemuan ini digelar di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026) waktu setempat. Sambil makan siang bersama, Prabowo dan Putin berjumpa secara bilateral didampingi sejumlah delegasi masing-masing.
Di momen tersebut, keduanya tampak saling melempar pujian. Putin membuka pertemuan dan menyambut hangat kunjungan Prabowo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baginya, berjumpa dengan Prabowo bukan hanya menunjukkan kedekatan secara personal, tapi juga mencerminkan hubungan erat strategis kedua negara.
"Pertemuan kali ini merupakan pertemuan kedua pada tahun ini. Dan kontak kita nan pribadi mencerminkan sifat nan strategis dari hubungan bilateral antara Rusia dan Indonesia," kata Putin dalam jamuan makan siang berbareng Prabowo di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).
Pertemuan bilateral Prabowo dan Putin di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2029). (Foto: Muchlis Jr - Biro Sekretariat Presiden)
Putin juga menyampaikan terima kasih ke Prabowo nan bersedia memenuhi undangannya untuk menjadi tamu kehormatan di Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia. Putin mengatakan Indonesia menjadi salah satu mitra kunci Rusia di area Asia-Pasifik.
"Saya mau mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak Presiden berjamu ke kota Vladivostok dan ikut serta dalam Forum Ekonomi Timur sebagai tamu kehormatan utama," ujarnya.
"Indonesia merupakan mitra nan paling kunci bagi Rusia di area Asia-Pasifik. Kita mengenai dengan hubungan persahabatan selama bertahun-tahun," lanjutnya.
Putin membeberkan sejumlah kerja sama kedua negara nan sudah terjalin, terutama di sektor perdagangan dan ekonomi. Ia pun mengungkapkan volume perdagangan Indonesia dan Rusia terus meningkat.
"Perdagangan antara kedua negara kita juga berkembang. Pada tahun lampau volume perdagangan naik 12 persen. Komisi berbareng Rusia Indonesia di bagian ekonomi perdagangan dan kerja sama teknis terus bekerja," ujarnya.
Putin juga menyebut sejumlah kerja sama lain nan menjadi perhatiannya. Mulai dari sektor pertanian hingga daya nuklir, serta perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia-Rusia.
"Kami memerhatikan pembangunan kerja sama bilateral di bagian pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital, dan daya khususnya daya nuklir. Kita telah menandatangani perjanjian perdagangan bebas antara Republik Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia," ujarnya.
Merespons Putin, Prabowo juga menyebut bahwa Rusia merupakan mitra krusial bagi Indonesia. Terlebih, ikatan sejarah kedua negara nan sudah terjalin lebih dari 5 dasawarsa.
"Sekali lagi terima kasih, Indonesia dan Rusia mempunyai ikatan sejarah nan mendalam lebih dari lima dasawarsa. Bagi Indonesia, Rusia adalah mitra nan sangat penting," kata Prabowo dalam momen jamuan santap siang berbareng Putin di Vladivostok, Rusia, disiarkan YouTube Setpres RI, Kamis (3/9/2026).
Pertemuan bilateral Prabowo dan Putin di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2029). Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Prabowo mengapresiasi jalinan kerja sama dua negara nan sekarang meningkat menjadi Kemitraan Strategis. Di samping itu, Prabowo juga mengaku merasa terhormat menjadi tamu kehormatan utama dalam EEF di Vladivostok, Rusia.
"Karena itu kami bangga dan ceria hubungan kita bisa meningkat menjadi Kemitraan Strategis tahun lalu. Dan, sekali lagi kami merasa terhormat dapat berperan-serta dalam Forum Ekonomi Timur ke-11," ujar dia.
Lebih lanjut, Prabowo mendorong peningkatan kerja sama, khususnya di bagian maritim. Menurut dia, perihal itu krusial bagi kedua negara sebagai sesama negara area Asia-Pasifik.
"Forum ini mempunyai potensi besar dalam menjadi jembatan kerja sama dan konektivitas di area kita. Kita berdua adalah negara Pasifik dan bagi kami sebagai negara kepulauan konektivitas dan kerja sama maritim sangat penting," kata Prabowo.
"Indonesia terus berupaya untuk terus meningkatkan kerja sama di segala bagian demi mencapai untung bagi kedua negara kita," tambahnya.
Prabowo juga menilai perlunya kerja sama di bagian ekonomi dan perdagangan ditingkatkan. Dia menegaskan Indonesia siap memperkuat dan meningkatkan kerja sama di beragam lini.
"Dalam beberapa hal, hubungan kita terus meningkat sebagaimana nan Mulia telah menyampaikan di bagian ekonomi perdagangan kita meningkat. Kita juga bekerja sama di beragam bidang, juga sangat mengalami kemajuan, dan kami siap untuk meningkatkan kerja sama ini," ujar Prabowo.
Turut mendampingi Prabowo dalam pertemuan ini antara lain Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Mendikti Brian Yuliarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
(eva/fas)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·