Saat Mendikdasmen Mu'ti Dapat Hadiah Syal Batik Karya Siswa Tunarungu di Kudus

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Hasil karya siswa dari sekolah SLBN Purwosari Kudus, Jawa Tengah pada Jumat (31/7). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) itu berjulukan Muhammad Hanif Fuadi. Ia membikin syal batik bermotif Menara Kudus untuk diberikan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti.

Saat itu, Abdul Mu'ti tengah menyambangi kota kelahirannya; Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Dia datang ke Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Purwosari, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Jumat (31/7). Agenda orang nomor satu di Kemendikdasmen itu menyerahkan kitab berbobot serta melaksanakan peletakan batu pertama revitalisasi SLBN Purwosari.

Hanif merupakan siswa kelas 9B. Ia merupakan ABK tunarungu. Namun, dia mempunyai keahlian luar biasa dalam perihal membatik.

Tampak pada syal itu terdapat motif Menara Kudus, sebuah ikon dari Kabupaten Kudus nan dikenal sebagai area religi. Selain Menara Kudus, terdapat motif Parijoto.

Seakan menyesuaikan dengan Mu'ti nan memang lahir di Kudus, Hanif beriktikad memberikan karyanya itu untuk Mu'ti. Maka, dia memilih motif Menara Kudus. Syal itu mempunyai panjang 150 sentimeter dengan lebar 20 sentimeter.

"Motifnya Menara Kudus melambangkan sejarah dan toleransi. Sedangkan parijoto melambangkan angan dan angan nan baik," kata Novie Ira Meranika, Guru Kelas dan Pendamping Vokasi Batik kepada kumparan, Jumat (31/7).

Novie menyampaikan, Hanif tahu jika bakal ada kunjungan Mendikdasmen. Kemudian Hanif berinisiatif untuk membikin syal batik.

"Sempat mau membikin ikat kepala tetapi tidak jadi. Kemudian mau bikin kain dua meter sepertinya memerlukan waktu nan lama," sambungnya.

Mendikdasmen Abdul Mu'ti memberikan kitab kepada beberapa perwakilan sekolah di SLBN Purwosari Kudus, Jawa Tengah pada Jumat (31/7). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

Syal batik bermotif Menara Kudus dipilh mengingat waktu nan tersedia sudah mepet dengan agenda kehadiran Mendikdasmen ke SLBN Purwosari. Alasan lainnya, syal lebih fungsional dan mudah digunakan sekaligus sebagai media memperkenalkan identitas Kudus lewat motif nan tertera pada syal.

"Sebenarnya Hanif membikin dua syal. Satu untuk Pak Mendikdasmen dan satunya untuk Pak Qodari (Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia). Namun, Pak Qodari berhalangan hadir," terangnya.

Lebih lanjut, syal itu terasa spesial lantaran dibuat langsung oleh ABK. Menurutnya, perihal itu menjadi bukti ABK mempunyai keahlian di bagian seni.

"Hanif bisa menyelesaikan syal batik ini dalam waktu lima hari. Saya bangga dengannya," ucapnya.

Novie juga menanyakan kepada Hanif menggunakan bahasa isyarat. Hanif mengaku senang lantaran karyanya dipakai oleh Mendikdasmen.

"Dia bilang ini karya pertama nan diberikan kepada pejabat. Dia juga bilang senang," imbuhnya.

Sementara itu, Mu'ti mengaku sangat berbahagia mendapatkan bingkisan dari anak berkebutuhan (ABK) unik tunawicara. Ia menilai ABK mempunyai produktivitas luar biasa.

"Tunawicara punya produktivitas luar biasa. Dia bisa membikin gantungan kunci seperti ini. Mereka tidak bisa berbincang dengan lisannya tetapi bisa berbincang dengan kehebatan karyanya," katanya, Jumat (31/7).

Mendikdasmen Abdul Mu'ti memandang pagelaran di sekolah SLBN Purwosari Kudus, Jawa Tengah pada Jumat (31/7). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

Hal itu menurutnya menjadi bukti dari anak nan mempunyai kebutuhan unik punya keahlian luar biasa. Bahkan, Mu'ti menganggap ABK bisa unggul di beberapa hal.

"Mereka tidak hanya setara dengan anak-anak lainnya. Tetapi dalam beberapa perihal mereka lebih unggul dari anak-anak nan lain," imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Kudus, Samani Intakoris mengapresiasi pemberian kitab ke SLBN Purwosari serta adanya program revitalisasi sekolah. Selain itu dia juga senang adanya pemberian Papan Interaktif Digital (PID) alias Interactive Flat Panel (IFP).

"Pak Mendikdasmen sudah beberapa kali ke Kudus. Beliau memberikan akibat nan luar biasa untuk aktivitas belajar mengajar di sekolah," ujarnya.

Kepala SLBN Purwosari, Edi Sujito, berterima kasih atas kehadiran Mendikdasmen. Ia menilai perhatian Abdul Mu'ti terhadap pendidikan begitu besar.

"Alhamdulillah di era pak menteri begitu besar perhatian pemerintah tehadap sekolah negeri alias swasta. Tidak ada dikotomi antara sekolah negeri alias swasta. Beliau betul-betul mengerti apa nan kudu dilakukan di sekolah," imbuhnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan