Ketua PDIP sekaligus Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri melakukan napak tilas ke dalam rumah masa mini sang Presiden pertama RI nan merupakan ayahnya, Sukarno, di Istana Gebang, Blitar pada Senin (15/6). Kegiatan itu dilakukannya usai meresmikan pembaharuan Istana Gebang dan patung Bung Karno.
Dengan didampingi putranya M. Prananda Prabowo, dua keponakannya Puti Guntur Soekarno, dan Romy Soekarno, Megawati berkeliling meneliti setiap perspektif museum.
Usai memasuki area museum dan menerima penjelasan, Megawati meminta agar Istana Gebang ditutup untuk umum selama satu hari dalam seminggu unik untuk pembersihan dan perawatan.
“Saya minta museum ini ditutup sehari. Bersihkan semuanya. Barang-barang di sini kudu dirawat dengan baik,” ujar Megawati kepada petugas museum nan mendampingi.
Ia menyoroti sejumlah koleksi foto nan sudah terlihat kusam dan memerlukan perawatan profesional.
Megawati tidak hanya berkeliling, tetapi juga memberikan kursus kilat kepada dua orang petugas museum nan selama ini bekerja memberikan penjelasan kepada pengunjung. Ia menyadari bahwa pengetahuan kedua petugas itu tetap terbatas mengenai perincian masa mini Bung Karno dan keluarganya saat tinggal di Blitar.
“Harus ada kursus unik untuk menambah pengetahuan tentang Bung Karno, terutama masa kecilnya dan keluarganya. Pegawai museum kudu diberi kursus agar visitor mengerti dengan penjelasan mereka,” tegas Megawati.
Ia kemudian banyak bertanya kepada kedua petugas, dan justru memberikan info baru nan belum mereka ketahui. Sambil berkeliling, Megawati menjelaskan satu per satu koleksi foto, termasuk ruangan mana nan dihuni oleh siapa di masa mini Bung Karno.
Dalam dialognya dengan petugas, Megawati menanyakan jumlah visitor harian. Petugas menjawab rata-rata 200 orang per hari. Namun, dengan hanya dua orang petugas nan memberi informasi, Megawati menilai itu sangat tidak memadai.
“Harusnya bisa ditambah jadi 10 orang. Mana Pak Wali? Bisa ada anggarannya nggak untuk penambahan staf?” ujar Megawati menoleh ke Wali Kota Blitar nan turut mendampingi.
Wali Kota Blitar H.Syauqqul Muhibbin langsung menjawab, “Siap, Bu.”
Megawati kemudian mengingatkan agar penambahan staf ini betul-betul dilakukan.
Selain itu, Megawati juga mengusulkan agar pertanyaan-pertanyaan nan diajukan visitor direkam dan dikumpulkan. Menurutnya, perihal itu krusial agar museum bisa mengetahui apa saja nan mau diketahui publik tentang Bung Karno, sehingga pelayanan bisa terus ditingkatkan.
Di sela-sela napak tilas, Megawati dan rombongan juga menyempatkan diri mengecek sumur tua di kompleks Istana Gebang. Sumur tersebut rupanya tetap berfaedah dengan baik. Prananda Prabowo, Puti Guntur Soekarno, dan Romy Soekarno pun mencoba memutar keran air dan memastikan airnya mengalir lancar.
Momen ini berjalan santuy dan penuh kehangatan keluarga, diselingi tawa mini saat mereka bergantian membuka keran. Prananda Prabowo apalagi terlihat memeluk ibunya Megawati di ruang tamu.
Istana Gebang terletak di Jalan Sultan Agung No.59, Sananwetan, Blitar. Sebagai informasi, Istana Gebang merupakan situs sejarah nan dikenal sebagai rumah tempat Sang Proklamator, Bung Karno, menghabiskan masa kecilnya. Kompleks gedung ini pertama kali didirikan pada tahun 1884, bertepatan dengan pembangunan Stasiun Kereta Api Blitar.
Rumah berarsitektur kolonial ini kemudian dibeli dari seorang penduduk Belanda berjulukan C.H. Portier, nan merupakan pegawai kereta api di Blitar, dan mulai ditempati oleh family besar Bung Karno sekitar tahun 1917.
Di rumah ini, Bung Karno tinggal berbareng kedua orang tuanya, Raden Sukemi Sosrodiharjo dan Ida Ayu Nyoman Rai, serta kakak kandungnya, Sukarmini. Di setiap perspektif rumah inilah pendapat awal kebangsaan, perenungan atas penderitaan rakyat, dan watak kepemimpinan Bung Karno mulai ditempa.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·