Saat Demo di Makassar Berakhir Ricuh hingga Bikin Lalin Lumpuh

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Peringatan tragedi April Makassar Berdarah (Amarah) di depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulawesi Selatan, berhujung ricuh, Jumat (24/4/2026) malam. Foto: Dok. Istimewa

Aksi memperingati tragedi April Makassar Berdarah (Amarah) di depan Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, Sulawesi Selatan, berhujung ricuh pada Jumat (24/4) malam. Bentrokan terjadi antara massa mahasiswa dan sekelompok orang berjaket ojek online (ojol).

Kericuhan membikin arus lampau lintas di Jalan Urip Sumohardjo lumpuh total selama beberapa jam. Peringatan tragedi masa lampau kadang ironisnya justru melahirkan keributan baru di masa kini.

Demo Awalnya Berjalan Kondusif

Berdasarkan pantauan di lokasi, tindakan mahasiswa mula-mula berjalan tertib di depan kampus UMI Makassar.

Namun menjelang malam, situasi berubah setelah datang sekelompok massa berjaket ojol. Ketegangan meningkat dan bentrok pun pecah.

Massa ojol dan mahasiswa terlibat saling serang dengan melempar batu di badan jalan. Mahasiswa tampak terdesak dan mundur masuk ke area kampus.

Bentrok terjadi tepat di Jalan Urip Sumohardjo nan merupakan jalur utama Trans Sulawesi, sehingga arus kendaraan sempat macet parah dari sore hingga malam.

Demo memperingati 3 dasawarsa tragedi April Makassar Berdarah (Amarah) di Jalan Urip Sumohardjo, Kota Makassar, Sulsel, akhirnya bubar, Jumat (24/4) malam. Foto: Dok. kumparan

Massa Masuk Kampus, Gerbang Roboh

Situasi semakin memanas ketika massa berjaket ojol merangsek masuk ke dalam area kampus UMI.

Sejumlah akomodasi kampus dilaporkan mengalami kerusakan. Gerbang kampus tampak roboh, sementara beberapa kendaraan roda dua nan diduga milik mahasiswa juga dirusak.

Polisi Redam Kericuhan

Petugas kepolisian kemudian turun ke letak untuk membubarkan massa dan meredam bentrokan.

Setelah situasi di luar kampus mulai terkendali, polisi melakukan penyisiran ke dalam kampus.

Petugas mendatangi sejumlah gedung fakultas dan mengumpulkan mahasiswa nan tetap berada di area kampus.

Dalam penyisiran tersebut, polisi menyita sejumlah senjata tajam nan ditemukan di lokasi.

Barang nan diamankan antara lain papporo, perangkat panah busur, hingga parang. Kombinasi barang nan jelas tidak dibutuhkan untuk obrolan akademik.

Peringatan tragedi April Makassar Berdarah (Amarah) di depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulawesi Selatan, berhujung ricuh, Jumat (24/4/2026) malam. Foto: Dok. Istimewa

Kampus Ancam Sanksi Mahasiswa

Wakil Rektor III UMI Makassar, Nur Fadhilah, menyayangkan tindakan demonstrasi nan berujung ricuh.

"Saya dari tadi sudah peringatkan agar kalian bubar, tapi tidak didengarkan. Nah, hasilnya begini, ratusan ojol masuk," kata Nur Fadhilah kepada mahasiswa di kampus.

Ia menyebut mahasiswa nan terlibat kericuhan bakal diberikan sanksi.

Puluhan Mahasiswa Diamankan

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana mengatakan puluhan mahasiswa nan sempat diamankan bakal diserahkan kembali ke pihak kampus untuk pembinaan.

"Semua mahasiswa nan diamankan bakal didata dan dihubungi semua orang tuanya untuk dilakukan pembinaan agar tidak lagi demo sampai malam ataukah mengganggu masyarakat," kata Arya.

Ia memastikan situasi di sekitar kampus sudah kembali kondusif.

"Situasi sudah kondusif, jalan sudah terbuka, sudah lancar, dan rekan-rekan ojol tadi kami sudah minta untuk melanjutkan pekerjaannya," tandasnya.

Setelah massa berangsur meninggalkan lokasi, arus kendaraan di Jalan Urip Sumohardjo kembali normal. Meski begitu, polisi tetap berjaga di sekitar kampus untuk mengantisipasi kericuhan susulan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan